Saya ingin mengambil hikmah dari semua ini karena apa yang terjadi bukan keinginan saya tapi Allah yang menentukan semuanya. Menjadi seorang pengangguran bukanlah niat saya tapi mungkin sudah menjadi takdir dari Allah untuk saat ini.
Pengangguran, mungkin sudah menjadi pandangan kelabu dan kelam bagi generasi muda jaman now. Susahnya mencari pekerjaan di jaman modern sekarang ini menjadi alasan utama generasi pengangguran di Indonesia terus meningkat.
Lalu kenapa tidak menciptakan lapangan pekerjaan sendiri? Bila melihat sejarah, kurangnya kreatifitas generasi Indonesia dalam menciptakan lapangan pekerjaan karena sejak dulu mental kita sudah dilatih untuk menjadi seorang pekerja bahkan ini sudah dari jaman penjajahan Belanda dulu.
Ada sebuah kata-kata bijak yang mengatakan change your mindset and change your life. Jadi untuk berubah menjadi lebih baik pemikiran yang kurang bagus selama ini harus kita ubah. Menjadi pengangguran itu tidak selamanya buruk karena tempat bekerja bukan hanya di kantor pemerintahan dan swasta.
Banyak pengangguran yang bisa menghasilkan uang dengan caranya sendiri. Ada yang mungkin terlihat pegangguran jalan kesana kemari namun uang yang didompetnya melebihi uang pegawai yang bekerja di pemerintahan.
Ketika kita bekerja di pemerintahan atau swasta kita memiliki banyak uang namun tidak memiliki banyak waktu. Ketika menjadi pengangguran kita memiliki banyak waktu namun tidak memiliki banyak uang
Lalu dimana posisi saya sekarang? Saya ada diposisi yang kedua, beberapa bulan yang lalu saya menjadi seorang pengangguran, memiliki banyak waktu namun tidak memiliki banyak uang, bukan saya yang menginginkan tapi waktu yang menjadikannya.
Sedih? Kecewa? Iya pasti saya rasakan ketika biasanya di awal bulan selalu terima gajian sekarang kemana-mana uang pun tidak ada. Haha..
Tapi sebagai seorang manusia saya tidak bisa larut dengan apa yang terjadi, pasti ada sebuah hikmah dibalik semua ini. Karena dalam kehidupan ini selalu ada dua sisi yang berlawanan, selalu ada bahagia ketika sedih itu datang, selalu ada pintu rezeki ditempat lain ketika satu pintu rezeki tertutup.
Apa yang patut saya pelajari dalam keadaan yang seperti ini adalah bersyukur. Saya harus bersyukur ketika Allah masih memberikan waktu untuk memainkan jemari saya diatas laptop dan menulis apa yang sedang saya rasakan.
Nikmat Allah begitu luas kenapa saya harus bersedih ketika satu nikmat di cabut namun masih begitu banyak nikmat yang diberikan. Saya masih diberikan kesempatan untuk melakukan apa yang suka seperti menulis karena selama ini saya selalu tidak punya waktu untuk melakukan kegiatan ini.
Mungkin teman-teman sudah tidak asing lagi dengan singkatan “pengacara” alias pengangguran banyak acara. Singkatan ini sering dilabelkan kepada mereka yang tidak punya pekerjaan namun banyak acara yang diikuti yang sibuknya mengalahkan pejabat pemerintah dalam negeri.
Mulai sekarang saya ingin menjadikan diri saya sebagai “pengacara” dengan mengikuti berbagai acara yang bermanfaat, menulis apa yang saya suka sampai rezeki yang telah menjadi hak saya datang menghampiri saya.
Saya berharap apa yang saya lakukan selama menjadi “pengacara” dapat bermanfaat untuk diri saya sendiri dan mungkin akan mendatangkan rezeki kepada saya. Karena porsi rezeki yang menjadi hak kita tidak akan pernah bertukar dengan orang lain yang penting tidak pernah putus asa untuk berusaha :)
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua yang membaca
always be happy person in your life :)