Platform Steemit telah berkembang dengan pesatnya. Pepatah kita yang cocok untuk menggambarkan keadaan tersebut adalah "Bagaikan jamur di musim hujan". Pengguna baru Steemit, khususnya di Indonesia semakin hari semakin bertambah. Perusahaan pun kalang-kabut menghadapinya. Untuk membuat akun baru butuh proses yang lama dan harus melalui beberapa kali verifikasi. Steemit sangat mudah diperkenalkan, mulai dari mulut ke mulut, dari teman ke teman, dari saudara ke saudara, bahkan dalam keluarga sendiri.
Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu motivasi utama untuk bergabung dalam platform Steemit adalah uang. Pengguna baru mungkin tergiur ketika seseorang menceritakan kisah suksesnya bersama Steemit. Kadang-kadang apa yang diceritakan terlalu berlebihan sehingga membuat pengguna baru Steemit menjadi kalap. Ia mulai membuat postingan apa adanya. Kalau bisa, ia akan membagikan postingannya sebanyak mungkin dalam sehari. Ia mulai giat untuk mencari sesuatu sebagai bahan postingannya. Ia pun mulai membangun jargon "apa saja yang dilihat adalah dollar".
Ketika kita terjebak dalam jargon tersebut, kita malah melupakan kualitas konten. Kita hanya membagikan postingan konten kita berdasarkan kuantitas. Namun, jika konten tersebut memiliki kualitas yang bagus, mungkin itu bukan sebuah masalah. Sebaliknya, jika semua konten tersebut sangat buruk kualitasnya, kita tidak mendapatkan apa-apa, alias 0.
Kami sendiri tidak mengetahui secara pasti bagaimana sebuah konten itu berkualitas atau tidak. Blogging ala Steemit berbeda dengan blogging biasa. Sebuah postingan yang sangat berkualitas belum tentu mendapatkan upvote yang banyak sehingga mempengaruhi reward yang didapatkan. Malah sebaliknya, konten yang biasa saja mendapatkan upvote dan reward yang banyak. Ini menjadi sebuah dilema dan cobaan bagi para Steemian.
Lalu apa yang harus dilakukan? Menurut pendapat kami, menulis sebuah konten yang berkualitas sehari sekali lebih bagus dari pada menulis banyak konten sehari sekali tapi kurang berkualitas. Misalnya, jika seseorang memiliki tiga buah konten yang hendak dibagikan, alangkah baiknya ketiga konten itu dibagikan dalam tiga hari, masing-masing satu konten per hari. Habiskan energi untuk sebuah konten dalam sehari saja.
Hal ini sangat beralasan. Pada Hardfork 19, setiap akun menjaga voting power mereka. Jika tiga konten kita bagikan dalam sehari, orang-orang tentu akan mempertimbangkan upvote mereka. Kesabaran adalah kunci dalam platform ini. Steemian baru harus siap menerima kekecewaan jika konten mereka belum berhasil memperoleh reward yang diharapkan.
Selain itu, Steemit adalah platform yang berbau "nepotisme". Para Steemian mungkin pernah merasakan kekecewaan tidak mendapatkan upvote dari akun-akun yang memiliki Steem Power yang besar. Hal ini wajar-wajar saja. Mereka akan memberikan upvote kepada siapa saja yang mereka sukai atau yang mereka kenal atau yang telah menjadi "teman akrab".
Tapi jangan pernah menyerah! Anda bisa saja menarik perhatian mereka dengan mengirimkan komentar-komentar unik dalam setiap postingan mereka. Tapi ingat, jangan pernah mengirimkan komentar yang disertai link postingan kita dalam kolom komentar, karena ini akan dianggap sebagai spam.
Cara lain yang bisa dilakukan untuk memperoleh upvote adalah dengan bergabung dan mengikuti perkembangan Steemit melalui komunitas-komunitas. Dan berbahagialah Anda bagi para Steemian Indonesia karena Steemit telah hadir dalam versi bahasa Indonesia. Agar postingan Anda tidak luput dari amatan Kurator Indonesia, dan
, jangan lupa untuk membuat tag #indonesia dan tulislah postingan Anda ke dalam bahasa Indonesia yang baik.
Membangun sebuah jaringan komunitas juga bisa Anda lakukan dengan bergabung bersama Steem Trail. Anda juga bisa membagikan postingan berbahasa Indonesia melalui channel Discord Indonesia Trail dengan mengeklik link ini.
Sebuah ilustrasi tentang kualitas
Sun Bin pernah menyarankan kepada Jenderal Qi yang selalu kalah dalam taruhan balapan kuda dengan Raja Qi. Setelah mendengar saran Sun Bin, Jenderal Qi kembali bertaruh dengan Raja Qi. Masing-masing mempersiapkan tiga ekor kuda karena balapan berlangsung tiga babak. Babak pertama Raja Qi mengeluarkan kuda terbaiknya, sedangkan Jenderal Qi hanya menurunkan kuda terburuknya. Hasilnya bisa diduga. Babak pertama dimenangkan oleh Raja Qi. Babak kedua, Raja Qi mengeluarkan kuda dengan kualitas menengah, sedangkan Jenderal Qi menurunkan kuda dengan kualitas yang terbaik. Hasilnya dimenangkan oleh Jenderal Qi. Dan babak terakhir, Raja Qi hanya menyisakan kuda dengan kualitas terburuk. Jenderal Qi beruntung karena masih menyisakan kuda dengan kualitas menengah. Hasilnya tentu dimenangkan oleh kuda Jenderal Qi. Secara keseluruhan, taruhan balapan kuda dimenangkan oleh Jenderal Qi. Raja Qi pun tercengang.
Ilustrasi diambil dari Pixabay