Ada yang bilang menulis itu adalah bekerja untuk keabadian, karena percuma Anda pintar tapi tak menulis, maka Anda akan hilang dan dilupakan.
Orang boleh pintar setinggi langit, tapi selama dia tidak menulis maka dia akan hilang dan dilupakan, kira-kira begitu perkataan seorang Pram.
Orang pertama adalah Budi Rahardjo.
Menurut dosen yang satu ini, menulis itu tentang mendokumentasikan apa saja. Penulis mempunyai alasan yang melatarbelakangi mereka untuk menulis.
Menulis adalah tentang dokumentasi dan berbagi ilmu dan pengalaman. Kalau buku, jangan tanya, sudah banyak buku karangan Pak Budi ini, namu beliau masih juga suka menulis di berbagi tempat seperti di Padepokan Budi Rahardjo (https://rahard.wordpress.com/). Tulisan ini semua dalam bahasa Indonesia, kalau kawan-kawan ingin membaca tulisa beliua dalam bahasa Inggris, bisa melihat akun Medium Pak Budi di https://medium.com/@rahard.
“Sekarang saya masih menulis karena bagi saya ngeblog itu membuat dokumentasi. Dulu cara saya menulis terlalu keras dan tajam, jadi kedua untuk cara mengajari diri menjadi kreatif. Salah satu kesulitan dalam ngeblog itu ‘kan mencari topik, jadi bagaimana caranya topik itu harus selalu ada"
Orang kedua adalah Rinaldi Munir
Menurutnya, menulis di blog untuk mengabadikan momen hidup yang pernah dilaluinya. Kalau melihat dari halaman blog pribadi bapak Rinaldi ini, seringkali kita temui tulisan yang berhubungan dengan pengalaman hidup dan juga pendapat beliau tentang sebuah masalah.
Bagi Bapak Rinaldi Munir yang memiliki blog Catatanku di wordpress (https://rinaldimunir.wordpress.com/), menulis adalah tentang mengumpulkan semua pengalaman hidup yang tersebar dalam sebuah dokumentasi agar dapat dikenang di kemudian hari, intinya adalah berbagi pengalaman agar bermanfaat bagi orang lain.
“Menulis merupakan cara saya untuk mengabadikan semua momen dalam hidup, baik yang saya fikirkan, saya lihat, dan rasakan, sebab tulisan akan bersifat abadi selamanya"
Nah, jika mereka saja yang super sibuk masih menyempatkan diri untuk menulis, kenapa kita yang kesibukannya tidak sesibuk mereka masih masih malas menulis?
Menulis itu susah kalau dianggap susah, kalau kata Ayah Pidi Baiq, pada saat orang lain sibuk mencari inspirasi untuk menulis, saat itu saya sedang sibuk bekerja dan menulis.
Bagaimana pendapat kawan-kawan tentang menulis? Saya juga ingin mendengar dan membaca pendapat kawan-kawan tentang kegiatan menulis ini. Salam Literasi.
info@esteem.app🌐
eSteem.app | 👨💻GitHub | 📺YouTube✍🏻
Telegram | 💬Discord