Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah postingan tentang bijak dalam menggunakan sosial media, penulis menceritakan tentang bagaimana masalah yang kita bagikan di media sosial sebenarnya tidak benar-benar mendapatkan solusi.
Media sosial memang seperti dua sisi mata, satu sisi dapat digunakan untuk kebaikan dan di sisi lain, jika tidak hati-hati justru akan menjadi bumerang bagi diri sendiri.
Ada yang menggunakan media sosial sebagai sarana curhat, ada pula yang menggunakannya sebagai media bisnis. Pada kasus curhat ini, kita mesti hati-hati, karena tidak semua orang berempati terhadap masalah yang sedang kita hadapi, malah sebaliknya akan mempermalukan diri sendiri.
Tak jarang, status di media sosila justru menjadi perusak reputasi yang selama ini sudah susah payah kita bangun.
Berdasarkan data, hampir 98 persen pengguna internet di Indonesia sudah menggunakan media sosial, artinya 48 persen penduduk Indonesia sudah melek media sosial.
Jumlah pengguna yang sangat banyak ini, jika tidak diarahkan dan dibina, justru akan menjadi masalah baru dalam penyebaran konten-konten yang tidak berkualitas.
Ibarat pisau yang bisa digunakan untuk hal-hal yang baik, namun juga dapat digunakan untuk hal-hal yang tidak baik. Bijaklah dalam menggunakan media sosial, rekam jejak digital ini kadang akan menjadi senjata makan tuan jika tidak digunakan dengan bijak dan cerdas.
info@esteem.appš
eSteem.app | šØāš»GitHub | šŗYouTubeāš»
Telegram | š¬Discord