Berbicara tentang ngompol, seringkali orangtua bertanya apakah ngompol normal atau tidak?
Sampai kapan ngompol dikatakan normal? Kalau anak bayi sih normal-normal aja. Baiklah, kali ini kita bahas tentang ngompol ya..
Kapan sebenarnya anak berhenti mengompol?
Pada umumnya anak berhenti mengompol sejak usia 2½ tahun. Namun pada sebagian anak di usia 3 tahun, ada 25% anak yang masih mengompol. Dan pada usia 5 tahun sekitar 10-15% anak masih mengompol paling tidak 1 kali dalam seminggu.
Kapan pula ngompol dikatakan suatu penyakit?
Sebenarnya ngompol menjadi tidak normal dan merupakan suatu penyakit yang disebut enuresis jika mengompol minimal 2 kali dalam seminggu selama minimal 3 bulan pada anak usia 5 tahun atau lebih, yang tidak disebabkan oleh efek obat-obatan. Mengompol ini berkemih normal namun tempat dan waktu yang tidak tepat, yaitu berkemih di tempat tidur atau menyebabkan pakaian basah, dan dapat terjadi saat tidur malam hari, siang hari ataupun pada siang dan malam hari.
Bagaimana penanganan anak enuresis?
Prinsipnya adalah terapi perilaku, sedangkan farmakoterapi atau obat-obatan merupakan terapi kedua dan hanya diperuntukkan bagi anak yang gagal di tatalaksana dengan terapi perilaku.
- Meningkatkan motivasi anak untuk kesembuhan, antara lain dengan sistem reward atau memberikan pujian jika anak berhasil tidak ngompol
- Tidak boleh menghukum, memarahi atau mempermalukan anak, baik oleh orangtua ataupun orang lain
Sumber - Pengaturan perilaku dengan minum dan buang air kecil (BAK) secara teratur dan bawa anak untuk BAK sebelum tidur
- Menggunakan alarm sangat efektif pada enuresis malam hari dimana anak diajak BAK jika alarm yang sudah di set sebelumnya berbunyi
Sumber - Obat-obatan antara lain dengan desmopresin (DDAVP) dan ini pilihan terkakhir jika terapi perilaku gagal.
Jadi intinya obat bukan penatalaksaan pertama untuk menangani enuresis, namun terapi perilaku lah yang paling penting.. Kita sebagai orangtua yang harusnya aktif melakukan terapi perilaku tersebut..
Semoga bermanfaat.