Hai steemian.., sudah lama tidak bahas kesehatan anak nih. Kali ini mau bahas tentang Epilepsi Anak ya.
Berdasarkan literatur Epilepsi anak adalah terjadinya kejang berulang pada anak sebanyak 2 kali atau lebih tanpa penyebab sebelumnya, yang mana bahasa awamnya sering disebut dengan Ayan. Biasanya anak masih beraktifitas atau bermain seperti biasa, tanpa menunjukkan gejala sakit sebelumnya dan tiba-tiba anak kejang. Kejang bisa berupa menghentak-hentak seluruh tubuh, atau kaku seluruh tubuh, tergantung daerah kerusakan pada otak. Dan dapat dilakukan pemeriksaan EEG atau rekam otak untuk membantu diagnosa.
Timbul pertanyaan, apakah epilepsi merupakan penyakit turunan? Sebenarnya faktor genetik atau turunan mempunyai peran dalam terjadinya epilepsi, namun tidak semua epilepsi karena faktor genetik. Bisa saja tidak ada keluarga yang menderita epilepsi, namun anaknya terkena epilepsi.
Pertanyaan berikutnya, apakah anak akan minum obat seumur hidup? Nah, minum obat pada anak epilepsi tergantung kepatuhan dari si anak dan atas dukungan orangtua. Beberapa penelitian yang sudah dilakukan mengatakan bahwa pengobatan membutuhkan waktu 2 tahun bebas kejang. Jadi jika sudah makan obat selama 1 tahun, ternyata kejang timbul, maka dari itu pengobatan di mulai lagi sampai 2 tahun bebas kejang berikutnya. Intinya jangan sampai kejang terjadi lagi, jika terjadi berarti dosis obat dinaikkan. Kadang orangtua suka salah mengerti, berharap yang awalnya anak minum obat 2x5cc, berikutnya akan berkurang dosisnya, mungkin menjadi 2x3cc. Itu yang salah.. Dosis obat sudah ketentuan, misalnya asam valproat 15-40 mg/kgBB/hari.. Jadi jika BB bertambah, berarti jumlah obat yang dimakan bertambah dengan dosis yang sama..
Intinya kepatuhan dalam meminum obat yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kejang berulang yang akan memperlama pemberian obat..
Semoga bermanfaat..