Hari ini jadwal masak-memasak di rumah mertua, karena tepatnya besok ada acara pesta kawinan adek ipar. Begitu bangun pagi agak siangan sedikit, sudah ramai tetangga yang datang dengan membawa pisau dan mulai sibuk mengambil kerjaannya masih-masing. Terpikir di kepala, luar biasa hubungan kekeluargaan ini, saling bantu membantu. Terbayang kalau kita harus mengerjakan sendiri kan..😢😢
Ini bedanya pesta di kampung dan di kota menurutku. Punya kelebihan dan kekurngan masing-masing.
Pesta di kota mempunyai banyak pilihan, dan kebanyakan orang tidak mau ribet untuk masak-memasak. Karena kegiatan memasak membutuhkan waktu ekstra, memikirkan detail perdetail mulai dari bawang, ayam, sayur, daging, kelapa, semua harus diperkirakan dengan tepat. Di kota hanya memerlukan uang ekstra, kita sudah mendapat pilihan makanan per porsi. Jadi dihitung berada undangan yang disebar. Tinggal memilih apa yang menjadi lauknya dengan budget pilihan kita, makanan tambahan, dan minuman yang akan disajikan. Memang terlihat simple, namun kita harus memiliki uang berlebih yang tidak sedikit untuk mewujudkannya.
Sementara di kampung, ini yang sangat kusuka melihatnya.. Begitu banyak tetangga yang datang membantu, dan aku tidak terlalu tahu apakah mereka mempunyai hubungan darah atau tidak. Terlihat dari wajahnya, mereka ikhlas membantu dengan tugas yang tanpa dikoordinir secara rinci.. Hmmmmm, rasanya senang bahagia masih terjalin kekeluargaan yang begitu hangat. Walaupun aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, karena mereka menggunakan bahasa aceh, namun aku bisa merasakan mereka begitu ikhlas sambil bercanda sesekali..
Benar-benar perbedaan yang membuatku merasa senang berada diantara mereka.. Walaupun aku hanya bisa mengupas bawang dan memetik tauge.. Hahhahhaha..