Setiap tanggal 10 November rakyat Indonesia memperingati “Hari Pahlawan”. Hari pahlawan mengambil momen bersejarah karena pada tanggal tersebut para pejuang Indonesia bertempur dengan gagah berani melawan tentara Inggris yang diboncengi tentara NICA di Surabaya. Padahal saat itu kita hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan bambu runcing. Namun para pejuang Indonesia tak kenal takut melawan penjajah. Pada perjuangan tersebut kita mengenal Bung Tomo, selaku pejuang yang terus membangkitkan api perjuangan rakyat lewat siaran-siarannya radionya.
Khusus tahun ini, pemerintah Indonesia memberikan gelar pahlawan kepada empat pejuang yang dituangkan dalam Kepres No. 115 TK/2017 tanggal 6 November 2017. Keempat tokoh tersebut adalah alm. TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Nusa Tenggara Barat, almarhumah Laksamana Malahayati dari Aceh, almarhum Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau, dan almarhum Lafran Pane dari Yogyakarta.
Jika pada masa lalu Indonesia dijajah secara langsung oleh Belanda, Portugis dan Jepang, namun kini Indonesia masih tetap terjajah secara tidak langsung di bidang ekonomi. Misalnya, industri penyuplai protein seperti susu dan daging belum tumbuh sebagaimana mestinya sehingga masih harus terus diimpor. Mengimpor bahan pangan secara terus menerus dalam jumlah besar akan sanfat berbahaya bagi keamanan dan kedaulatan pangan Indonesia.
Begitu halnya juga dengan produk-produk pertanian seperti buah, sayuran, gula dan beras juga masih tetap harus diimpor walau pemerintah sudah berusaha mati-matian untuk menghentikannya. Impor yang dilakukan berpotensi besar mematikan pertanian dan memiskinkan petani dalam negeri. Impor yang terus berlanjut sepertinya "ada unsur kesengajaan dan dikondisikan oleh pihak tertentu". Mereka menciptakan kondisi tertentu agar impor boleh dilakukan seperti harga dinaikkan secara tiba dan produk langka dipasaran seperti kasus garam beberapa waktu yang lalu. Setiap rupiah keuntungan yang didapatkan dari impor hanya akan dinikmati oleh segelintir importir dan pihak-pihak terkait.
Petani tetap melakukan budidaya tanaman di tengah kondisi terjepit dan keterbatasan sarana produksi seperti pupuk, pestisida, air dan harga yang rendah. Usaha bercocok tanam. Usaha bercocok tanam yang petani lakukan menjadi sangat penting untuk menjamin ketersedian pangan di Indonesia. Hal yang sama juga terus dilakukan oleh peternak dan nelayan. Jika petani, peternak dan nelayan mogok kerja maka dapat berdampak sangat buruk bagi ketersedian pangan dapat berakibat pada goyah dan bahkan runtuhnya pemerintah Indonesia.
Melihat pada usaha dan kegiatan yang dilakukan, maka sudah selayaknya petani diberi penghargaan sebagai pahlawan pangan Indonesia.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan jasa para pahlawan.
Selamat Hari Pahlawan.
Aceh Utara, 10 November 2017