Jika saya ditanya oleh siapa saja tentang "kenapa masih konsisten menulis di Steemit?", maka saya akan menjawab "demi membayar hutang DP rumah". Bisa dibilang, itulah motivasi terbesar saya hingga saat ini.
Postingan kali ini merupakan cerita lanjutan dari kontes meriah yang diadakan oleh bg
sekitar 12 hari yang lalu. Kebetulan, saya mendapatkan juara kedua dan berhak mendapatkan 4 sbd secara cuma-cuma. Terima kasih bg.
Awalnya, mungkin banyak yang akan mengunderestimatedkan jawaban di atas. Namun, bagaimana bila memang jalan rezeki saya salah satunya dari Steemit ini? Kita belum tahu apa yang akan terjadi kelak. Bisa saja saya meraih suatu pencapaian yang luar biasa di sini.
Misalnya, saya terpilih sebagai anggota sndbox, memiliki teman berSP>1000000 yang selalu mengupvote postingan saya, dan mampu berkontribusi tetap di ranah Steemstem.
Bila cerita muluk-muluk di atas betulan terjadi dengan asumsi harga tukar sbd-rupiah = 1:100.000, jangankan DP rumah, mobil baru pon bisa saya beli. Jadi bisa mengikuti jejak bg yang tampil elegan dengan mobil Jazznya.
Kenapa harus rumah?
Sebagai seorang perantau di Medan, saya perlu menyediakan tempat berteduh untuk keluarga. Tempat yang tentram untuk menghabiskan waktu bersama, tempat untuk kembali saat tubuh dan pikiran telah letih, dan tempat untuk istirahat di usia senja nanti.
Sungguh tidak enak rasanya teman, tiap tahun harus berpindah kontrakan. Belum lagi harus menahan geram karena harga sewa rumah yang semakin lama semakin mahal. Tahu tidak? Terkadang di imajinasi saya, wajah pemilik rumah kontrakan berubah layaknya rentenir saat mengatakan "kalau enggak mau silahkan cari tempat lain!".
Oleh karena itu, akhirnya pertengahan tahun 2017 lalu saya dan istri memutuskan membeli sebuah rumah di jln. Flamboyan. Lokasinya yang dekat dengan jln. Ringroad juga sangat berpengaruh dengan harganya. Tapi tidak apa-apa, kami anggap saja ini merupakan salah satu langkah untuk berinvestasi demi menabung untuk masa depan.
Bukankah harga aset tak bergerak semakin lama akan semakin mahal?
Jumlah manusia semakin banyak, namun luas tanah dan material itu terbatas.
Saya hanya seorang Steemian yang mencoba berkembang sekuat dan semampunya di sini. Semoga saja, dengan dukungan teman-teman saya bisa melunasi hutang ini, segera.
Demikianlah saya tutup cerita saya malam ini. Terima kasih sudah membaca. Salam pendidik.