Saya tidak yakin bahwa bila kata dasar "posting" bertemu imbuhan berupa awalan me- penyebutan huruf "p" akan berubah atau tetap. Saya butuh pendapat dari guru bahas indonesia untuk mendiskusika masalah ini.
Bila saya bertanya kpada teman-tema, adakah kesalahan pengetikan yang saya buat sebelum kalimat tanya ini?
Tidak usah menahan diri, manusiawi kok bila menemukan kesalah orang lain lebih midah dibandingkan dengan kesalahan diri sendiri.
Itulah pentingnya Quality Control, sosok yang kita percayakan untuk menemukan kesalahan ejaan dan tata cara penulisan kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, paragraf menjadi suatu tulisan panjang berisi foto pendukung yang kita sebut postingan. Meskipun, postingan di Steemit tidak melulu hanya sebatas tulisan, bisa juga fotografi, lukisan, video dan rekaman suara, tetapi kita tetap butuh saran demi perbaikan.
Pernah dulu bg , salah satu steemian senior, berkata kepada saya "sebelum memposting, saya baca ulang. Untuk mencegah terjadinya salah ketik, saya pake tools (mungkin sejenis aplikasi yang mencegah kesalahan pengetikan kata), lalu fotonya saya edit dulu".
"Bahasa inggrisnya juga saya percayakan dengan dan
supaya grammarnya tidak berantakan", begitu sambungnya.
Jadi saya sempat terpikir, kalau sosok yang sudah sangat berpengalaman di dunia jurnalis saja memperhatikan kualitas penulisannya sedetil itu, kenapa kita tidak mencoba juga?
Bukankah penerapan hal ini dapat mengembangkan kualitas postingan kita juga?
Jangan tersinggung teman, tapi memang kita masih perlu belajar banyak tentang memposting. Mulai dari ide, penyusunan kalimat menjadi paragraf, kesesuaian kalimat penyambung paragraf, keklimaksan postingan, hingga tanda baca yang kerapkali kita sepelekan.
Bila teman-teman tanpa sengaja membaca tulisan saya ini sampai habis, bolehkan saya minta tolong menghitung berapa kata yang sengaja saya tulis salah di awal postingan ini?
Kalau sudah, sekarang biar adil coba teman-teman cek postingan masing-masing. Apakah tanpa sengaja masih melakukan kesalahan penulisan?
Postingan ini hanya sekedar membenarkan bahwa manusia yang merupakan mahluk tempat bernaungnya khilaf dan lupa sangat butuh Quality Control. Entah itu karena postingan di Steemit, atau pun di dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun kala itu, bg tidak langsung mengatakan istilah Quality Control ini.
Terima kasih sudah mampir.
Salam pendidik.