Masa saya SMA dulu, lebih dari 10 tahun yang lalu, saya sempat juga merasakan masa orientasi sekolah atau yang lebih dikenal dengan sebutan MOS. Meskipun, kata yang lebih tepat untuk merujuk pada kegiatan tersebut adalah ospek atau pelonco. Jujur saja, saat itu memang tidak ada upaya kekerasan yang diberlakukan kepada siswa baru. Namun, tetap saja ada bagian yang memang diset untuk mempermalukan para "pendatang baru" di waktu itu.
Wajah mereka (senior) tampak ceria sekali setelah melihat wajah tampan saya ini ditambahi aksesoris dot. Padahal salah saya sedikit, cuma memainkan kode jari dengan teman saya. Alhasil, hukuman yang mereka berikan cukup membuat saya malu.
Tapi, hati ini sedikit lega tatkala melihat teman lainnya berada pada kondisi yang lebih ekstrim dari saya. Digiring keliling lokasi sekolah untuk dipertontonkan memakai kalung dari sepasang sepatu, kacamata hitam yang "ompong", dan yang paling memalukan lagi ialah mereka harus menggunakan dot.
Untuk sebagian pribadi yang sangat tertutup. Perlakuan Ospek yang dialami dan terasa tidak menyenangkan ini dapat memberikan efek menurunkan tingkat percaya diri secara psikologis individu. Maka sebaiknya Ospek atau pelonco yang sifatnya "mempermalukan" harus dihilangkan.
Untung saja masa kelam itu telah berakhir. Ombudsman RI dan Pemerintah telah mengambil kendali dalam pelaksanaan MOS atau yang sekarang disebut PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah). PLS ini sangat ditegaskan untuk menghindari segala bentuk tindak kekerasan yang dulu bahkan hingga menghilangkan nyawa.
Sekarang, tidak ada sekolah lagi yang berani melakukan penyimpangan kegiatan PLS. Malah sekarang kegiatannya jauh lebih mendidik dengan memberikan arahan bagaimana lingkungan sekolah yang sehat dan disiplin dalam bermasyarakat. Ada games ringan di sana yang menuntut kerja sama dalam tim, memupuk jiwa bersaing yang tinggi, dan menggetarkan jiwa pemenang bahi siswa.
Selamat datang generasi baru, mutiara bangsa, calon pemimpin di masa depan. Kita menunggu kontribusimu kelak saat kalian telah siap untuk mengambil peran itu.
Terima kasih sudah membaca.
Salam pendidik.