Sudahkah tergerak untuk naik haji, teman?
Kalau belum, mari kita datangi saudara handai tauladan kita yang dekat. Saya tahu, beberapa di antara kalian pasti mengklaim diri belum mampu mewujudkannya. Sebenarnya saya juga begitu, tapi percayalah! Selalu ada manfaat yang kita peroleh dari sebuah kunjungan teman-teman.
Caranya gini, ketika kita mendatangi mereka yang baru pulang naik haji, pasti minimal kita diberi sebutir kurma. Tidak suka makan, mungkin dikasi pilihan minum air kaya manfaat, yakni air zam-zam. Atau kalian sukanya kacang arab, insyaAllah dihidangkan kok.
Syukur lagi kalau sampai dibungkusi peci, sajadah, dan mukena. Wuih, rezeki sekali bagi kita yang datang dengan cuma-cuma ini. Jadi, tunggu apalagi coba!
Apa pasal lainnya?
Iya tentu saja, kita kecipratan semangat menyisihkan uang demi ikut naik haji di dekade berikutnya. Kok bisa? Dengarlah cerita mereka akan suasana beribadah di sana, bisa jadi ghirah ibadah kalian tergerak tanpa disadari.
Masa iya, tidak ada rasa takjub sedikitpun di hati kita saat mereka bilang "alunan suara imam di sana begitu syahdu". Atau saat mereka berdoa "semoga ada kesempatan lagi memenuhi panggilanMU ya Allah".
Jadi teman, mari kita pupuk paling tidak "niat berhaji" yang insyaAllah akan mendapat giliran beberapa belas tahun ke depan. Mana tahu, Allah langsung menolong kita dengan mengucurkan rezeki dari sumber yang tidak kita duga-duga. INSYAALLAH.
Semoga saudara kita yang telah pulang dari ibadah haji mendapat status baru sebagai haji dan hajjah yang mabrur.
Terima kasih sudah mampir.
Salam pendidik.