Terimakasih untuk aku yang masih merasakan bagaimana niatnya kerinduan. Kerinduan yang terkadang terlupakan oleh seiring berjalannya waktu.
Sempat terfikir untuk mencoba bagaimana hidup tanpa ada rasanya rindu, namun apalah dayaku. Tak pernah diajarkan bagaimana cara melupakan, aku rasa kamu juga begitu.
Ingat! Ingat! Dan ingat! Bahkan terkadang perintah tersebut terlalu dipaksakan.
Tidak adakah waktu dimana seseorang mengajarkan bagaimana cara melupakan? Tidak dapatkah mengerti arti akan ini.
Katanya ada waktu yang dapat menyelesaikannya, aku rasa tidak semudah itu. Ini masalah yang sulit, bahkan sangat. Aku rasa kamu mengerti.
Aku bahkan tak dapat memilih antara waktu dan memori, keduanya memberikan sensasi yang tertandingi. Lantas, siapakah yang patut disalahkan?