Assalamualaikum Wr. Wb.
Apa kabar sahabat Steemian tercinta? Sudah sekitar dua bulan saya tidak aktif menulis di Steemit, membuat kerinduan itu datang mencekam. Kini saya kembali datang menemui Anda semua.
Bicara soal Kota Bandung seakan-akan tidak ada habis-habisnya. Terlalu banyak yang bisa ditulis tentang kota ini. Namun, kali ini saya ingin bercerita tentang salah satu sudut kota yaitu Jalan Braga.
Siapa yang tak kenal dengan Jalan Braga. Tempat ini menyimpan banyak kisah tentang sejarah Indonesia dan banyak menyimpan gedung-gedung tua berarsitektur art deco peninggalan zaman Hindia Belanda. Gedung-gedung tersebut kini digunakan sebagai pertokoan, restoran, dan tempat hiburan malam.
Beberapa waktu yang lalu saya sengaja menyempatkan diri berkunjung ke Jalan Braga. Sepanjang jalan ini terlihat beberapa pohon peneduh jalan yang rindang berbaris rapi. Trotoarnya pun cukup luas, sehingga sangat nyaman bagi para pejalan kaki. Jika lelah, kita bisa duduk di kursi antik yang terbuat dari besi tempa dan kayu. Kursi ini dibuat khusus dengan desain yang menarik.
Pemandangan menarik lainnya adalah adanya lampu penerang jalan yang artistik di sepanjang Jalan Braga. Tiang lampu penerang jalan itu berjajar rapi di sela-sela pohon penghias jalan. Kalau malam, suasana di sekitar tempat ini terkesan sangat romantis. Tidak aneh banyak pasangan remaja yang sengaja datang jauh-jauh hanya untuk menikmati suasananya. Juga terdapat batu berbentuk bulat yang juga teronggok rapi di pinggir jalan, melengkapi keindahannya.
Banyak turis lokal dan manca negara yang lalu lalang di seputar Jalan Braga. Mereka biasanya berfoto mengabadikan diri disepanjang jalan itu. Ada juga yang hanya duduk santai sambil menikmati suasana. Sebagian lagi menikmati aneka kuliner di restoran atau cafe.
Apalagi yang menjadi sumber keindahan Jalan Braga dan menjadi ciri khasnya? Pedagang lukisan! Ya, para pedagang lukisan ini bisa kita lihat hampir di sepanjang trotoar. Lukisan yang dijual di tempat ini relatif murah jika dibandingkan dengan lukisan yang dipajang di galeri. Harganya mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu, tergantung dari ukuran dan jenis lukisannya.
Buat para pendatang yang belum pernah membeli lukisan ditempat ini, sebaiknya mencoba menawar. Semua lukisan yang dijual umumnya memang masih bisa ditawar, bukan harga mati. Kalau mau murah, Anda bisa membeli lukisan tanpa bingkai (gulungan).
Jenis lukisan yang dijual di Jalan Braga cukup beragam. Mulai dari lukisan pemandangan alam, hewan, tumbuhan, buah-buahan, potret manusia, abstrak, dan lain-lain ada di sana. Jenis lukisan pemandangan didominasi lukisan suasana di pedesaan, lengkap dengan sawah dan aktivitas warganya. Ada juga lukisan pemandangan air seperti suasana ditepi danau, sungai atau pantai dan air terjun di tengah hutan, tetapi tidak banyak. Sementara itu lukisan hewan didominasi oleh lukisan ikan koi dan harimau.
Selain penjual lukisan yang berjualan di trotoar, ada juga galeri lukisan dan toko barang antik. Khusus lukisan yang dijual di galeri harganya tentu lebih mahal. kelebihannya, Anda bisa berbelanja dengan nyaman dan jenis lukisan yang dijual pun lebih beragam.
Kalau Anda tidak paham lukisan, sebaiknya membawa pemandu yang paham terhadap karya seni. Mengapa hal itu diperlukan? Sebab lukisan yang dijual di galeri itu ada yang harganya mencapai ratusan juta. Namun, lukisan yang dijual di galeri Jalan Braga yang saya tahu paling tinggi cuma sampai puluhan juta.
Lukisan yang berharga jutaan umumnya dilukis oleh pelukis profesional yang karyanya sering dipamerkan, orang sering menyebutnya lukisan kelas pameran. Lukisan jenis ini tidak ada duanya alias dibuat cuma satu oleh senimannya. Kalau ada lukisan yang sama atau duplikatnya, berarti lukisan itu dipalsukan. Lukisan semacam ini sering dibeli oleh kolektor untuk menghiasi rumahnya atau sering dipakai sebagai investasi, karena harganya yang cenderung naik dari waktu ke waktu.
Sementara itu lukisan yang dijual murah umumnya disebut lukisan komersil yang dibuat secara masal oleh pelukisnya. Pelukis lain boleh saja meniru lukisan itu karena memang dibuat banyak. Biasanya lukisan jenis ini diborong oleh pengelola hotel untuk menghiasi selasar dan kamar hotelnya.
Salah satu galeri yang saya kunjungi saat jalan-jalan ke Jalan Braga adalah Rumah Seni Ropih. Nama galeri ini diambil dari nama pelukis yang menjadi pemilik galeri ini. Selain menjual lukisan karyanya, galeri ini juga menjual karya pelukis lainnya, di antaranya karya Andi Aradea, seorang pelukis asal Cimahi yang pernah menjadi salah satu pendiri Forum Pelukis Cimahi (FORKIS) dan SEKOCI (Seniman Kota Cimahi)
Jika Anda ingin berkunjung ke Jalan Braga Bandung, lebih asyik Sabtu atau Minggu. Suasanya lebih ramai dari biasanya. Namun, kalau Anda tidak ingin berada dalam keramaian, sebaiknya datang pada hari kerja seperti Senin sampai Jumat. Kawasan ini tidak jauh dari alun-alun Bandung dan Gedung Konferensi Asia-Afrika.
Selamat menikmati Kota Bandung melalui dunia maya. Semoga suatu saat Anda bisa hadir di kota ini.
Salam pena kreatif