Ketahuilah, bahwa salah satu perbuatan kita yang sangat penting bagi kita adalah saling mengingatkan di antara kita, saling menasehati dalam urusan penyempurnaan iman dan sabar, lantaran beratnya tuntutan Allah buat nafsu kita, yaitu berupa pelaksanaan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan nya.
Ketahuilah bahwa ulama pewaris Nabi dalam menyebar luaskan ilmu-ilmu agama, menunjukkan jalan yang hak dan diridhai Allah, serta menerangkan mana yang haq dan mana yang bathil. Berkat perjuangan para ulama itu, orang bisa terhindar dari kesesatan dan dapat mengayuh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Para ulama ibarat lampu yang dapat menerangi hati yang gelap. Sekiranya tidak ada ulama, pastilah manusia hidup dalam kegelapan serta bergelimang dalam dosa-dosa kemaksiatan. Mereka yang kuat akan menguasai yang miskin dengan tanpa memperdulikan rasa kemanusiaan.
Cobalah bandingkan sejarah Bangsa Arab sebelum dan sesudah ada ulama. Sebelum ada ulama, di negeri arab terkenal dengan zaman jahiliyah yang kejam. mereka saling berbunuhan karena hanya berbeda suku, mereka juga tega membunuh anak perempuan nya, karena menganggap anak perempuan itu tidak menambah keberuntungan, tetapi justru menambah beban. Keadaan itu terus berlangsung hingga datang agama islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Dan diteruskan oleh para sahabat, tabi'in, tabi' tabi'in, dimana mereka itu dikenal sebagai ulama-ulama yang ahli, maka gegelapan di bumi arab semakin sirna berganti kecemerlangan cahaya yang menerangi setiap hati manusia.
Aman dan damilah nageri Arab, hingga berkembang menjadi negara yang makmur, disegani oleh setiap bangsa di dunia. Sesuai dengan hadist Nabi:
"Ulama iti sebagai lampu-lampu di bumi, peganti para Nabi, pewaris ku dan pewaris para Nabi".
Maka bila ingin Negara ini berkembang, makmur, seperti negara arab, maka tegakkanlah hukum Allah secara Kaffa, dan bagi kita umat Islam bersyukur lah kepada Allah karena, di hadapan kita masih banyak para ulama-ulama, yang sudi mengarahkan kita kepada jalan yang benar.