KakaKiky - Dikarenakan banjir dan badai cempaka yang terjadi November 2017 yang lalu, jembatan penghubung yang sudah biasa digunakan masyarakat Dusun Kedungjati,Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta sekarang sudah ambruk.
Sekarang hanya ada dua pilihan untuk menyeberangi sungai, yaitu memutar sejauh 10 km atau memilih melawan arus sungai Oya untuk sampai ke tujuan.
Pak Sumardi (35), merupakan salah satu warga dusun Kedungjati, sering membantu anaknya Fikri (7) dan tiga teman dari Fikri, untuk menyeberangi sungai agar bisa pergi kesekolahnya SDN Kedungmiri.
Hanya dengan berbekal sebuah ban dalam dari bus ataupun truk, pak sumardi pun menyeberangkan ketiga pelajar sekolah dasar ini. Para pelajar duduk di pinggir ban dan saling berhadapan.
Pelan-pelan dan hati-hati sambil berjalan ia mencari celah batu-batuan di aliran sungai terpanjang Yogyakarta tersebut agar tidak terbawa arus.
Setelah sampai di pinggir sungai, mereka pun menyusuri jalan desa menuju rumah warga setempat untuk mengambil sepeda yang memang sengaja mereka titipkan, sebab perjalanan mereka menuju kesekolah masih sejauh 3 km lagi.
Pak Sumardi memang pernah menyarankan agar anaknya itu pindah sekolah, akan tetapi dia menolak karena sudah terlanjur nyaman katanya. Sebagai orangtua, ia tetap menuruti permintaan anaknya, asalkan ia bisa belajar dengan nyaman.
Setiap harinya, pak Sumardi bergantian dengan tetangganya untuk menyeberangkan anak-anak pergi ke sekolah.
Fikri siswa kelas 2 SD ini mengaku sudah tidak takut lagi menyeberangi sungai, karena memang ia sudah terbiasa melakukannya bersama dengan orang tuanya.