Selama traveling, moda transportasi selalu mengiringi perjalananku, bahkan transportasi menjadi perhitungan utama dalam setiap perjalananku. Bermacam-macam jenis moda transportasi pernah kunaiki. Kapal Nelayan, Kapal Ferry, Kapal Cepat, Bus, Truck, Ojek, Becak, Taxi, semua pernah kucoba. Semua jenis moda tersebut adalah pilihan, dengan mempertimbangkan waktu, budget dan sarana layanan transport setempat. Adakalanya perjalanan kita berpihak pada pertimbangan waktu sehingga mau tidak mau memutuskan moda yang cepat, dengan mengabaikan budget.
Seperti yang sudah ku rencanakan, perjalanan ku dari Jakarta ke Banda Aceh akan kutempuh dengan menggunakan pesawat. Pesawat yang sudah aku pesan adalah Batik Air flight pagi hari.
Waktu masih pagi buta, aku sudah duduk manis di bus Damri stasiun Gambir Jakarta menuju bandara Soekarno - Hatta. Karena hari minggu, suasana jalan tampak lengang. Setibanya di Bandara 1C, aku langsung masuk ke gate keberangkatan dan antri check in. Saat check in aku selalu meminta petugas aviasi agar duduk dekat jendela, tempat duduk itu barisan A atau F, tergantung jenis pesawat. Aku tersenyum lega, aku mendapatkan bangku no 21F.
Aku senang melihat jendela. Mata akan jauh memandang. Banyak pemandangan indah yang bisa kita nikmati. Hal tersebut juga mengungatkan betapa kecilnya kita dihapanNya.
Cuaca begitu cerah, langit membiru dan awan seputih kapas. Mendekati pendaratan, tampak oleh ku pulau Weh, pulau dengan sejuta pesonanya, yang menjadikan ia kebanggaan masyarakat Aceh.
Selamat datang di Aceh, Negeri Serambi Mekkah
Salam Kaki Lasak, Kemanapun Kaki Dilangkahkan
Follow Me :
Steemit @ kakilasak
Facebook @ husaini_sani
Instagram @ ucok_silampung & @ kaki_lasak
Whatsapp +6282166076131