"Para penumpang pesawat Garuda GA 143 Tujuan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, dipersilahkan naik ke pesawat"
Tiba-tiba pengumuman penerbangan terdengar memecah kesunyian. Dengan antusias sayapun beratur bersama para penumpang lainnya di pintu keberangkatan. Perjalanan saya kali dari Banda Aceh menuju kota Jakarta. Ini adalah pengalaman pertama saya naik Garuda Indonesia, maskapai kebanggaan Indonesia. Maklum saja, selama ini saya selalu menggunakan moda pesawat murah. Kebetulan Garuda Indonesia ada harga promo dan harganya tak beda jauh dengan harga pesawat murah. Kesempatan langka ini tentu akan saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Pertama adalah mau membandingkan dengan maskapai penerbangan lainnya. Yang ke dua adalah ingin hunting foto view dari atas pesawat. Sengaja saya pilih duduk di samping jendela. Tentu camera DSLR Canon Eos 1100D kesayangan saya sudah saya siapkan.
Pagi menjelang siang, cuaca cukup cerah.
Fasilitas VS Kualitas
On time, setidaknya inilah kesan pertama naik pesawat ini. Pramugari dan pramugara menyambut kami dengan ramah. Penampilan mereka sangat Indonesia. Saya dibantu mencari tempat duduk. Tak seperti pesawat murah yang biasa saya naiki, naik Garuda, tempat duduk lebih luas & lapang, terutama dibagian kaki. Para pramugari membagikan kami permen, katanya sih supaya kita bisa lebih rilek saat pesawat bergerak naik. Lalu, tak lama pesawatpun terbang dengan mulus :).
Pramugari menjelaskan fasilitas pesawat dengan baik. Dengan sedikit kikuk, saya mencoba memakai salah satu fasilitas yang ada dihadapan saya, yaitu monitor informasi yang ada pada kursi. Pada monitor tersebut banyak pilihan informasi dalam berbagai pilihan bahasa, mulai dari informasi musik, film, video dan informasi tempat wisata. Saya mengambil headset dan memilih mendengarkan musik. Wah, suaranya ok dan cukup jelas.
Tak lama berselang, pramugari membagikan para penumpang makan & minuman, menu kala itu adalah bihun goreng udang, aneka buah dan segelas susu. Saya sebagai penumpang merasa dimanja :). Perut sudah kenyang, saat nya saya hunting foto.
Hunting Photos
View pertama yang saya dapatkan dari atas pesawat adalah bukit & pantai Aceh. Dari atas pesawat, Aceh memang dikelilingi oleh bukit-bukit nan cantik.
Tak lama berselang, tampak pulau Weh. Pulau Weh ini dari atas sangat cantik. Pulau dengan pantai-pantainya yang hijau tosca, cukup membuat mata saya tercengang :)
Nuansa pantai dan bukit masih mendominasi, pesawatpun semakin tinggi. Tiba tiba mata saya tertuju pada sebuah gunung yang cantik menjulang. Gunung Seulawah, tampak anggun dari atas pesawat.
Pesawat semakin tinggi, daratan sudah tak tampak. Yang terlihat adalah kumpulan awan putih yang membentang. Awan-awan itu menyebar seperti kapas. Baru tersadar kalau saya berada di atas Awan.
Foto berikutnya, rasanya sudah terlalu mainstream, menangkap gambar ujung sayap pesawat. Hal inipun saya lakukan. Tak mengapa foto semacam ini sudah banyak di media, setiap foto tentu dengan ceritanya sendiri.
Puas mengambil foto, saya pun tertidur. Pengalaman naik maskapai Nasional ini sangat terkesan. Saya sangat nyaman. Banyak hal yang membedakan dengan maskapai lain, mungkin inilah yang menyebakan harganya lebih mahal. Dari sini saya belajar, bahwa Kenyamanan lebih utama daripada harga.
Follow Me :
Steemit @ kakilasak
Facebook @ husaini_sani
Instagram @ ucok_silampung & @ kaki_lasak
Whatsapp +6282166076131