istilah curhat digital cukup menarik, menulis soal perkembangan anak anak, tentu baik sekali. Di Isntagram lagi heboh ibu , bukunya Happy Little Soul cukup best seller selama dua bulan akhir ini. Ia mengaku "dipaksa' menulis oleh penerbit bagi pembaca khususnya kaum ibu muda dan calon ibu muda.
Ibu Retno orang Riau, ia ikut suaminya bekerja di Oman. jelang lebaran keamrin dia pulang kampung, penerbit bikin kopdar bersama Buk Retno dan Kirana, pesertanya membludak, padahal tiketnya lumayan mahal. anaknya bernama Kirana sekarang jadi idola banyak orang di IG, memang hal2 lucu dan biasa dilakukan membuat menarik banyak orang.
aku rasa soal menulis dengan bahasa apa saja, ngak masalah, asal pesan tersampaikan. jika dalam bahasa Indonesia, tertarik bagi orang luar, tentu mereka akan belajar bahasa Indonesia, dan ini jadi poin penting. aku bayangkan, suatu masa nantinya bahasa Indonesia akan jadi bahasa 'wajib' yang mesti dipelajari oleh masyarakat dunia. Jika ini terjadi, maka para stemian yang menulis dengan bahasaIndonesia juga punya kontribusi dalam hal ini. Terus menulis Dimas, kita pernah satu sekolah. tapi soal berkarya dalam sastra, engkau jauh lebih bagus dari aku. Haha...
RE: Kenapa Saya Memilih Postingan dalam Bahasa Indonesia?