sumber gambar
Bukanlah mata semata, yang membuat benda ini terlihat, namun ada cahaya yang meneranginya. Ada cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya lampu, dan dian pelita.
Pemilik mata yang sehat dengan pencahayaan yang kuat akan mampu melihat jelas semua benda. Baginya, semua hal terlihat terang benderang.
Begitu halnya hati yang bersih, mampu melihat sesuatu secara jelas. Tentu semua itu dengan Nur atau Cahaya yang diberikan Allah. Pelita hati kita menyebutnya.
Hingga jangan heran, jika Ia tahu dan kita tak tahu, ia yakin kita ragu, ia teguh kita gentar.Cahaya hati hanya diberikan bagi yang mencari dan dikehendaki-Nya.
Beda halnya, Cahaya mentari yang dapat dinikmati oleh semua. Meski ia tak mencari. Sesungguhnya banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambilnya.
Semi sana bukan, sini pun enggan, gelap bukan terang pun tidak. Semi itu sebuah hal yang ia nya berada pada zona transisi. Zona diantara dua waktu yang berhampiran.
Banyak yang memanfaatkannya untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan waktu. transisi alam itu petang menjemput malam, malam nenuju subuh adalah saat matahari mulai muncul diufuk timur.
Saat yang wajib mengingat Pencipta Alam semesta. Waktu transisinya sangat singkat, diketika singkat waktu itulah diminta untuk berdiam diri membuka mata hati merenungi siapa diri.