Berpisah adalah hal yang menyedihkan, apalagi sebuah perpisahan yang terjadi secara tiba-tiba.
Pagi ini hatiku tersentak kaget bagai tak percaya, saat kubaca pesan singkat masuk di handphoneku, bagai mimpi tapi kenyataan. Sebuah kalimat ucapan perpisahan datang dari orang yang telah lama menjadi kawan setia seiring jalan.
Hari ini peristiwa menyedihkan terjadi padaku, hati sesak serasa ingin mengurai air mata, orang yang selama ini selalu setia bersamaku kini telah pergi jauh meninggalkan kenangan indah dalam hidupku. Seorang sahabat sejatiku, teman dalam hari-hariku memutuskan untuk pergi merantau jauh demi sebuah harapan hidupnya.
Bagaikan kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupku. Kini tiada lagi masa-masa untuk menghabiskan malamku bersamanya. Tiada lagi kopi pancong, sepiring mie goreng dan hembusan asap rokok yang biasa kami nikmati bersama.
Banyak sahabat-sahabatku yang lain tetapi tidak seperti persahabatanku dengannya. Ia lembut penuh pengertian, murah hati dan sangat mengerti hal perasaan. Ia tempatku meminta pendapat, tempatku menceritakan kesedihan dan kebahagiaan.
Kepergiannya menyisakan seribu kenangan, meninggalkan sejuta kesan berharga. Namun apa daya ku, aku tidak berkuasa untuk melarangnya, ini pilihan hidupnya. Masa depan yang cemerlang adalah harapan yang dia janjikan.
Aku hanya bisa berharap dan berdoa agar tercapai apa yang ia cita-citakan. Aku senantiasa menunggu sahabatku kembali, semoga ia tidak berubah, tetap seperti dahulu sebagai seorang sahabat yang terbaik yang pernah aku miliki.
Aku sadar ia pergi bukan karena ingin menjauh, ia pergi karena sebuah alasan yang mulia. Mencari pengalaman hidup untuk meniti hari depan, mencari sebuah pengharapan untuk kebahagian orang-orang yang dia sayang. Semoga sahabatku selalu berada dijalan yang terang.
Selamat jalan sahabat ku, aku senantiasa menantimu pulang, kita bisa bersama lagi duduk manis menikmati malam-malam dengan secangkir kopi. Kembali bercerita dan tertawa bersama. Harapanku janganlah lupa kisah kita, kisah dua sahabat yang saling setia dikala suka maupun duka.
Jagalah diri, jagalah kesehatan dan terus berada dijalan yang benar. Bersabarlah dengan segala halang rintang yang engkau hadapi disana, jangan sungkan untuk bercerita walau hanya melalui pesan udara, aku tetap sahabatmu yang mau mendengar kabar berita, baik itu suka maupun duka.
Kelak jika engkau sudah berjaya janganlah lupa persahabatan kita, janganlah segan untuk menyapa walaupun hanya sepatah kata, aku berharap engkau tetap menjadi sahabatku seperti sediakala sampai tiba saatnya engkau kembali dan kita berjumpa.
Selamat jalan sahabatku, doa restuku selalu mengiringi langkahmu. Inilah pesanku untukmu sahabat sejatiku.