Kala itu.
Sesaat awan hanya berjalan pada dasarnya.
Mengayuh dalam rimbunnya.
Berlabuh dalam ribuan kata.
Setelahnya, ia pergi.
Pagi mengantar kan duka
Sosok perindu hinggap dan pergi
Pada jiwa dan nurani berbisik
Saatnya untuk melangkah kedepan
Biarkan beberapa langkah terhapuskan
Biarkan ombak mengantikannya dengan buih
Jangan pernah melihat lagi,
Jika itu akan membuatmu tenggelam didasar kata.
Kala itu semua akan terjawab
Tentang jujur yang pernah terabaikan
Tentang rindu yang terlewatkan
Kala itu, semua hanya catatan berlumuran darah.
Terimakasih Telah Berkunjung
Upvote | Follow | Comment | Resteem