Rada-rada berat hati juga membuat cukilan kayu tentang pernyataan "Aceh tak acuh". Awalnya hanya ingin bermain kata-kata saja. " ceh-cuh". Lantaran, kata "acuh tak acuh" termasuk akrab dengan telinga. Terutama telingan saya.
Tapi, lama kelamaan teresapi begitu dahsyat. Pastinya, setelah buka-buka kamus online mencari arti kata acuh. Acuh berarti mengindahkan. Turut atawa menuruti. Saya simpulkan sih demikian. Mungkin bagi si pemikir, maknanya bisa lebih tak sekaleng-kaleng pemaknaan saya.
Aceh tentu tak mengindahkan. Tak seturut dan bukan pematuh. Yang selama ini tertanam dan diamini oleh sebagian orang Aceh mungkin begitu. Saya hanya menyimpulkan secara intuitif. Secara detail dan bisa dipertanggungjawabkan, saya bukan pada kapasitas itu. Awalnya saya menuliskannya di dinding #bivakemperom komunitas . Namun berbunyi "acuh tak aceh". Tanpa saya sadari, eh malah sesudah siap cukil, terbalik. Jadi aceh tak acuh. Saya kurang tertarik dengan desain ini. Beberapa ruang saya hilangkan hingga tak terlalu mengganggu pandangan.
Namun, ketika beberapa pemesan mulai mampu mengungkapkan perasaan yang diwakili oleh aceh tak acuh, saya mulai mengaitkannya dengan istilah bahasa Aceh, no peurmen supai. Hana peureumeun sapeue!
Desain di atas adalah satu dari sekian banyak desain #woodcurving produksi Vaksin Otak Company Printhink. Merek desain yang saya namai itu telah mencukil beberapa acuan kayu. Anda boleh memesannya kepada saya atau menghubungi nomor WA saya di 085260461251. Harga rata-rata 100K. Untuk luar Banda Aceh, tambah ongkir.
Berikut beberapa hasil cetak untuk sekedar anda jadikan contoh agar lebih leluasa memilih dan memesan.