Karena kesibukan luar biasa WAKLAH yang telah menjadi tokoh di kampung halaman, beberapa edisi beliau tak hadir. Hingga mencapai edisi ke 100, Waklah mulai hadir menemani steemenenten dan Brobob. Itu semua karena kesibukan seorang tokoh yang mengurus ladang usaha rumput suci di kampung.
Namun demikian, walau jarang bertemu di #steemit, komunikasi dan silaturrahmi tetap terawat. Patut kami syukuri, momen Ramadan merekatkan kembali pertemanan kami. Buka puasa bersama adalah wadah kami berkumpul dengan semangat bertemu luar biasa baik.
Berbuka bersama mereka sudah pasti penuh canda tawa penuh gurau senda.
Di steemit kami bertemu, steemit tak memisahkan kami, semoga!.