Mungkin, kaulah kader partai pertama yang bangun tengah hari, dan lantas mengajak juniormu revolusi.
Datang dan pergi itu, ibarat buang angin pagi-pagi. Setelah buang, baui sendiri.
Dengan sepotong roti dan seutas senyum orang bergaji, kami didatangi oleh janji-janji. Partai-partai kian horni. Terang-terangan onani. Memperdengarkan sabda-sabda sakit hati dan bual sebelum sarapan pagi. Di jalan, revolusi mati sendiri sebelum sempat disambar api.
Inilah negeri tempat kami tidur panjang. Menjalin mimpi sedemikian rupa. Mungkin, kaulah kader partai pertama yang bangun tengah hari, dan lantas memulai revolusi.
Ie kupi!!!