Mengingat umur, timbul keraguan untuk ikut ambil bagian dalam kelas Inspirasi Aceh Barat Daya.
Namun sebuah ungkapan, menjadi obat penyembuhnya.
"Age wrinkles the body. Quitting wrinkles the soul."(Douglas Mac Arthur)
Terjemahan bebasnya :
" Usia mengeriputkan tubuh, patah semangat mengeriputkan jiwa".
Kekuatan jiwa tumbuh ditambah dengan motivasi dari sebagai alumni kelas inspirasi Pulo Aceh 2016, mendaftarlah akhirnya.
Pendaftaran Untuknmenjadi pengajar di kelas Inspirasi Aceh Barat Daya seperti mengisi biodata pribadi, namun ketika memasuki item profesi, disinilah timbul gejolak jiwa.
Apa yang harus kita bagi, apa yang harus kita sampaikan dan apa yang harus kita kuasai untuk menginspirasi para peserta yang berusia sekolah dasar.
Menemukan profesi diri sebagai pengajar tentu harus punya nilai lebih. Apa profesi yang harus kutuliskan ?
Terlintas tulisan tulisan pribadi tentang dunia literasi di Indonesia yang sangat rendah, maka sebagai kontent kreator Steemit yang fokus di passion menulis. Memberanikan diri dan nekat menulis profesi Penulis untuk mendaftarkan diri.
Terlepas dari ada dan tidaknya sebuah karya yang diterbitkan, setidaknya profesi sebagai penulis telah menuntun pribadi untuk menghasilkan content tulisan di blog www.bacatanda.com dan Steemit ini.
Dimuatnya Opini di media cetak Serambi Indonesia, setahun yang lalu dengan judul " Golput : Perlawanan atau Bencana" menjadi penguat diri untuk terus berkarya.
Selebihnya Menulis di media Online Aceh Trend, menjadi pilihan untuk profesi yang mengabadikan pemikiran ini.
Insya Allah Kelas Inspirasi Abdya akan di adakan pada Sabtu, 24 Maret 2018 di Kecamatan Jeumpa.
Prinsip prinsip dasar dari Kelas Inspirasi, Sukarela dan terjun langsung menawarkan pengalaman yang berharga sebagai pembelajar yang harus mengajar.
Bagi Steemian lain, jika menemukan kegiatan kelas Inspirasi di daerah kalian, semoga tidak melewatkan kesempatan menjadi inspirator buat generasi Z Indonesia.
--Salam Sehari Berbagi Selamanya Menginspirasi--