Siapa yang tidak tahu Leuser sekarang, dimana-mana pamflet ataupun kampanye penyelamatan hutan ada dimana-mana.
Penyelamatan hutan tidak hanya didengungkan oleh lembaga negara serta aktivis ataupun organisasi lingkungan yang merasa berkepentingan begitu juga Agama pun tak luput memberikan pemahaman hubungan manusia dengan alam. Terus kenapa kampanye hutan harus dilakukan disemua lini?
"PEMANDU" Itulah sebuah judul film dokumenter pendek yang sedang di produksi di kawasan kaki Leuser, tepatnya di Dusun Kedah Gayoe Lues. Dari ini kita akan melihat Leuser dari perspektif manusia disekitar itu dan berbagai kebijakan pemerintah terhadap Leuser, tentu kita akan mengetahui leuser lebih dalam melalui MR.Jali (50-an) pendaki puncak Leuser pertama di zamanya pafa tahun 1980-an.
Tentu lagenda moyangnya-lah yang membawa dia sampai ke puncak Leuser. Di kaki Leuser ada manusia yang harus hidup dengan alam yang menjadi sorotan dunia tersebut. lantas ketika kerusakan dan perburuan pada binatang yang ada di dalamnya, mereka harus menerima akibatnya dan ketika mereka harus menahan diri untuk bisa hidup dari pemberian leuser tersebut, maka kebodohan dan keterbatasan akses izin membawa turis mengelilingi alam Leuser harus melalui BTNGL yang terletak di sumut, padahal 70% hutan Leuser berada di Propinsi Aceh.
"Leuser ini katanya kaya, bahkan sudah diklaim senagai paru-paru dunia, tapi kenapa kami miskin?".
Kok tiba2 Leuser sudah berurusan dengan masalah kemiskinan, bagaimana bisa demikian?
Saksikan nanti film hasil rekaman kami "PEMANDU" AND MR PARU PARU.