"Boh lupieng" adalah salah satu benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya di Aceh. Dimana Boh Lupieng ini sering kita temukan di daerah pedalaman-pedalaman Aceh yang memiliki banyak kebun kelapa.
Boh lupieng adalah sebutan untuk buah kelapa yang telah dilubangi oleh hama tanaman seperti tupai. Mereka melubangi tempurung kelapa tersebut untuk memakan isi didalamnya. Lalu kelapa itu terus membusuk dan jatuh.
Konon, Aceh juga memiliki sejarah mistis yang mampu membuat anda merinding. Di era darurat militer di Aceh, kita masih sering mendengar yang namanya "Hantu Boh Lupieng", hantu Boh lupieng adalah jenis hantu yang berbentuk buah kelapa yang sudah dilubangi tupai.
Hantu Boh Lupieng ini kata orang biasanya berada di pinggiran jalanan kecil didalam pedesaan, yang jalannya masih ditumbuhi rumput-rumput hijau yang lebat. Hantu Boh Lupieng akan terlihat seperti Boh Lupieng pada biasanya. Namun konon ceritanya, jika ditendang dia akan meledak dan menjadi buncahan cahaya putih yang besar. Orang yang menendang hantu tersebut bisa kerasukan roh jahat dari Boh Lupieng itu. Katanya juga, orang dirasuki roh halus itu bisa mati.
Dulu ketika kecil, kami sangat percaya pada mitos hantu Bnoh Lupieng ini. Dengan suasana yang mencekam darurat militer di Aceh, akan semakin membuat cerita Hantu Boh lupieng seolah lebih nyata adanya.
Orang-orang tua kampung mengatakan, hantu tersebut bisa diusir dengan menggunakan "Suwa atau Suloh". Suwa atau Suloh adalah sebutan untuk obor yang terbuat dari bambu dalam bahasa Aceh. Makanya dulu sebelum listrik masuk desa di Aceh, kalau malam sering kali kita melihat obor yang menyala di jalanan. Selain sebagai alat penerang, Suloh juga di percaya dapat mengusir setan.
Tidak sampai disitu, Boh Lupieng juga di percaya banyak hal mistis lainnya. Katanya, bila kita melihat melalui lubang boh lupieng tersebut, kita bisa melihat setan beranak atau didalamnya adalah tempat berkumpulnya para setan. Namun untuk melihat kedalam lubang tersebut kita harus punya ilmu yang tinggi, jika tidak akan sangat berbahaya, bisa-bisa kita bisa tewas seketika.
Namun dengan berjalannya waktu, mitos tersebut perlahan punah dan lenyap, meski mitos tersebut tidak jelas kebenarannya, tapi itu adalah sebuah hal yang mengandung makna sejarah yang berharga yang harus dikenang agar kelak anak cucu kita sebagai bangsa Aceh tau bahwa Aceh adalah bangsa yang kaya akan budaya dan sejarahnya.
"Semoga kita mampu menjaga dan melestarikan harta Karun bangsa dengan cara menulis...!"