"Malas", ya, malas. Kata itu seakan-akan menjadi penyakit terparah yang menggerogoti jiwa manusia. Penyakit ini lebih berbahaya dari penyakit lainnya apabila terus-terusan dibiarkan.
sumber
Bagaimana tidak, apabila penyakit ini telah membelenggu roh manusia, kita tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Tidak akan ada pekerjaan yang akan kita kerjakan. Kita cuma bisa berhayal saja.
Seperti halnya menulis. Banyak di antara kita yang mengeluh kesulitan untuk menulis sebuah tulisan. Padahal itu tidak sulit. Kita cuma malas. Malas membaca, malas mempelajari karya-karya orang lain, malas bertanya, dan yang paling parah adalah malas mencoba yang akhirnya yaaa.... Kita tidak akan pernah menulis. Apabila penyakit malas itu sudah mengidap di raga kita, jangan harap kita akan menjadi orang sukses.
sumber
Faktor terbesar bagi orang yang lambat berjalan meraih mimpinya adalah "malas". Karena kunci keberhasilan seseorang adalah mau mencoba dan terus mencoba tanpa mengenal malas.
Secara medis, penyakit ini memang belum ada obatnya. Tidak ada yang namanya dokter spesialis penyakit malas. Kalau seandainya ada obatnya, mungkin semua orang sudah menjadi sukses. Obatnya ada pada diri kita sendiri. Mau atau tidak kita sembuh dari penyakit itu.
Oleh karena itu, marilah kita perangi rasa malas yang menghinggap di diri kita. Menulislah dari sekarang, karena kalau bukan sekarang kapan lagi?