Mariska Lubis bukanlah sesuatu yang asing. Ia seumpama bunga pada kebun raya. Itulah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan siapa sang penulis yang fokus pada seksologi, terkait perannya bagi dunia literasi Indonesia serta advokasi Aceh kala masih dihempas konflik bersenjata antara GAM dan RI.
Saya sudah lumayan lama mendengar nama perempuan berkulit mulus itu. Suaranya yang basah-basah kering itu serta senyumnya yang manis, membuat pertemuan pertama kami di kantor aceHTrend, Sabtu (13/1/2018) cair dan tanpa beban. Justru saya yang sempat nervous. santai saja.
Saya sering berhadapan dengan wanita cerdas. Tapi bertemu dengan Cutkak Mariska Lubis rasanya beda. Ia justru akan nampak sangat biasa saja, bila belum diajak bicara. Tapi kalau sudah berbicara, Anda akan tercengang. Kemampuan komunikasinya yang top cer membuat dirinya mampu mengimbangi lawan bicara dari rentang usia dan pengalaman yang berbeda. Kemampuan dirinya menghargai lawan bicara, pun harus diberikan nilai excellent.
Sudah ya, memuji bidadari duta Steemit Indonesia yang satu ini memang tidak akan pernah selesai. Ya, terlalu banyak yang sudah ia toreh, untuk membuat buku tak pernah cukup kertas untuk menulisnya.
Dalam postingan ini saya ingin mengajak Anda untuk berselancar ke Bilik ML yang dibuka olehnya di dunia dalam jaringan. Di dalam bilik itu Anda akan menemukan banyak hal tentang ragam catatan yang pernah ditorehkan oleh penulis senior itu. Oh iya, bilik ML itu adalah blog Mariska Lubis. ML adalah singkatan namanya. Bukan making love atau bersetubuh. Blog itu jauh dari nuansa mesum. Karena Bilik ML adalah rumah inspirasi.
Menurut saya blog ini memang sangat pantas untuk dibaca dan perlu.