Dalam sehari, berapa kali Anda menyalahgunakan alat kelamin? Atau, dalam seminggu berapa kali Anda melecehkan alat kelamin Anda? Banyak yang sepakat bahwa pertanyaan itu tidak perlu dijawab, karena itu persoalan yang sangat pribadi dan sangat tabu untuk dibicarakan. Akan tetapi apakah hal tersebut benar-benar tidak boleh dibicarakan? Itu semua kembali ke kadar pengetahuan masing-masing.
Apalah artinya punya uang yang banyak, rumah seperti istana, kasur yang empuk, istri yang cantik, suami yang gagah, bilamana alat kelamin tidak bekerja sesuai dengan khittahnya. Tanpa alat kelamin, semua nikmat yang dianugerahkan Tuhan menjadi hambar. Karena salah satu bentuk kemerdekaan seorang manusia adalah mampu memaksimalkan fungsi alat kelaminnya sesuai dengan SOP yang sudah dibahas di dalam kita suci.
Standar Operasional prosedur (SOP) adalah hal yang menjadi pedoman untuk memfungsikan alat kelamin sesuai dengan fungsinya sebagai alat reproduksi. Hanya alat kelamin yang memiliki performa baguslah yang bisa membuat pemiliknya hidup bahagia dengan segala senyum yang selalu tersungging kala usai melaksanakan hajat batiniah.
Apa saja SOP alat kelamin? Antara lain: Alat kelamin harus dipergunakan sesuai dengan fungsi aslinya. Alat kelamin harus dijaga kebersihannya. Alat kelamin harus dipergunakan hanya untuk kelamin yang sudah saling diikat oleh pernikahan. Alat kelamin harus dipergunakan di tempat tertutup. Alat kelamin tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain. Alat kelamin harus ditandemkan dengan alat kelamin (tidak boleh selain itu) dubur tidak disebut sebagai alat kelamin, sekalipun banyak manusia yang telah mencoba menambah fungsinya secara ilegal.
Penggunaan alat kelamin di luar SOP akan melahirkan dosa. Dengan dosa manusia akan dimasukkan ke dalam neraka (bagi yang percaya bahwa Yaumil akhir ada) dan hukuman untuk penyalahgunaan alat kelamin sangat mengerikan. Raja singa (sipilis) HIV/AIDS adalah dua penyakit yang menjangkiti manusia akibat penyalahgunaan alat kelamin.
Selain kaum nudis semua manusia lainnya sepakat bahwa alat kelamin adalah sesuatu yang g harus dilindungi dari pandangan orang lain. Hanya orang tertentu saja (pasangan sah) yang boleh melihat alat kelamin seseorang. Itupun tidak boleh lama-lama. Karena kalau lama manusia bisa merenung dan kemudian tercenung dan akhirnya akan berpikir macam-macam sehingga kegiatan reproduksi tidak akan berlangsung. Dalam melakukan reproduksi sekalipun, walau dengan pasangan sah, alat kelamin tidak boleh diperlakukan semena-mena. Bahkan sangat dianjurkan untuk membersihkan alat kelamin sebelum dibawa ke tempat tidur untuk Dilaga pada acara sangat internal.
Semenjak dahulu kala hingga modern, manusia melihat bahwa alat kelamin merupakan komponen yang sangat penting. Para pakar ekonomi dari tahun ke tahun merancang pakaian dalam untuk melindungi alat kelamin. Sehingga produk pelindung alat kelamin pun bertempur di pasaran. Mulai dari kualitas rendah, hingga yang sangat mahal. Akan tetapi semahal apapun celana dalam, selain melindungi alat kelamin, fungsinya juga menutupi lubang pantat. Otomatis celana dalam akan selalu dibombardir oleh kentut dan serpihan tahi dan air seni, bila pemakainya sedang kebelet. Kalau mencret,maka yang paling menderita adalah celana dalam. Ia akan menjadi wadah melampiaskan muncratan mencret yang keluar sekaligus dengan kentut yang basah.
Foto dan tulisan tidak ada hubungan sama sekali