Semoga semuanya sehat dan tetap semangat.
Dalam postingan ini mari kita mengkaji tentang Upvote, karena jujur kita harus katakan akan merasa Leumeh aneukmuda ketika post yang kita buat tidak ada yang Upvote. Selalu SLI (0.01). Kadang dalam hal ini ada rekan-rekan yang stress, ada yang nekat dan tetap optimis dan tidak sedikit yang pesimis serta menghilang dari peredaran. Dalam kesempatan ini saya dalam posisi berbagi pengalaman saja bukan untuk mengajari. Saya hanya ingin membandingkan dan membahas antara Steemit dan Pemancing, antara postingan dan umpan pancing.
Jadi, mari kita sadari dulu makna sebuah postingan yang sebenarnya, selalu disebutkan bahwa postingan yang baik, berkulitas dan seterusnya. Kategori baik apakah dengan banyaknya yang Upvote?. Atau bagaimana?
Postingan dan Umpan Pancing.
Menurut saya makna postingan itu ada dua macam :
- Postingan yang baik itu harus original, memiliki literature, tidak bohong, tidak asal-asalan, unik dan menarik. Yang jelas kita sendiri harus yakin bahwa tulisan kita baik. Kita tulis berdasarkan pengetahuan dan ilmu atau pengalaman yang kita miliki. Itu konsep dasar. Tentu dalam hal ini cara atau format saya yakin semua kita pahami.
- Postingan itu adalah ibarat umpan bagi seorang pemancing ikan, target ikan apa yang dipancing harus disesuaikan dengan umpan yang kita berikan. Kakap putih misalnya, kita harus tahu seleranya apa, udang apa dan seterusnya. Ikan gabus, blue marlin, tuna dan terakhir barakuda, semua ada jenis-jenis umpan yang dia sukai dan tidak sama. Disini kita harus belajar kesukaan, kebiasaan dari ikan yang menjadi target kita. Bagaimana mempelajarinya, belajarlah dari pemancing-pemancing senior, ikuti kebiasaan mereka.
Dalam steemit kita harus jeli melihat peluang supaya postingan kita di Upvote oleh siapa. Kita harus tahu selera dari Paus (curator). Kebiasaan curator dan kapan waktu yang tepat untuk melepas postingan. Semua ada strategi dan itu tidak ada rule yang jelas. Kita harus mempelajarinya setiap waktu. Harus berkonsentrasi dan membutuhkan biaya dan tenaga. Misalnya : ketika kita ingin di Upvote oleh curator lokal, pelajari kapan dia aktif, kapan dia membuat postingan. Bagi yang sudah paham pasti punya strategi ini. Begitu juga dengan curator luar negeri, lihat kapan dia aktif, isu apa yang dia sukai, jenis postingan bagaimana yang sering di Upvote. Pahami karakter dari curator. Strategi-strategi ini tidak terlepas dari kebiasaan kita membaca postingan, mengomentari dan mengupvote postingan-postingan orang lain. Memperbanyak relasi dan kawan sangat penting dalam steemit karena ini platform cerdas dan bebas. Tetapi beretika. Jadi masing-masing harus memiliki strategi dan trik. Bukan buat postingan dan lepaskan ke platform Ini perlu kerja keras. Kerja cerdas dan sabar seperti pemancing
Strategi kedua
Jika anda malas memancing di tempat terbuka, silahkan memancing di kolam, boleh umpan apa saja. Tapi harus bayar perkilo ikannya. Inilah yang namanya beli vote. Artinya disini disamping sebagai hobby kita juga harus punya modal untuk membeli ikan yang kita pancing.
Inilah yang harus dipahami, jika masih tidak mau dan berdebat silahkan jangan jadi pemancing, duduk manis aja. Karena lihatlah para stemiaans yang sudah level paus atau lumba-lumba, mereka sudah bertahun-tahun mempelajari dan melaksanakannya dan sangat wajar jika mereka mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang dilakukannya.
Kesimpulan :
Postingan itu seperti umpan pancing, kita harus memahami selera dari target kita. Sehingga setiap lemparan pancing kita akan membawa hasil.
Jie kap, han ikap yang penteng bahagia
Demikian dari saya, semoga bermanfaat.
Salam