Dear steemians, hari ini aku akan bercerita sebagian dari perjalanan karirku di Perusahaan Listrik Negara (PLN). Aku tidak akan bercerita bagaimana aku menjadi pegawai PLN hingga aku menjadi seperti saat ini, namun Kisahku ini aku mulai di bulan Agustus tahun 2015.
Pada awal Agustus 2015 Manajer PLN Area Lhokseumawe yang saat itu dijabat oleh bapak Wahyu Ahadi Rouzi memanggil aku ke ruangannya, beliau memerintahkan aku untuk segera ke PLN Rayon Krueng Geukueh untuk mengisi kekosongan sebagai Pelaksana Harian Manajer PLN Rayon Krueng Geukueh karena saat itu manajer Rayon Defenitif sudah mutasi ke unit lain. Saat itu pula aku masih menjabat sebagai Supervisor Operasi di PLN Area Lhokseumawe, artinya, saat itu aku menjabat dua jabatan sekaligus yaitu sebagai Supervisor Operasi PLN Area Lhokseumawe Defenitif dan sebagai Pelaksana Harian Manajer PT PLN Rayon Krueng Geukueh.
Saat aku menerima amanah tersebut sungguh membuat aku shock, bagaimana tidak ? Selama ini pengalaman aku hanyalah sebagai orang teknik biasa yang dalam keseharian hanya mengelola sistim kelistrikan yang ada di wilayah kerja PLN Area Lhokseumawe. Aku belum pernah mengikuti diklat Manajemen, baik itu SDM maupun keuangan sehingga jabatan ini sungguh menjadi tantangan bagi diriku.
Ketika aku memulai menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian Manajer Rayon PT PLN Rayon Krueng Geukueh, langkah pertama aku lakukan adalah merangkul internal antar bagian untuk satu kata dalam menjalankan tugas sehari-hari, ada tiga Supervisor Hebat yang aku sebut sebagai Panglima di PLN Rayon Krueng Geukueh, mereka adalah sebagai Panglima Teknik,
sebagai Panglima Pelayanan Pelanggan dan Pengendali Piutang serta
sebagai Panglima Transaksi Energi yang bertugas mencari titik-titik kebocoran (losses) dan yang tidak kalah penting adalah @ayah.is yang menjabat sebagai Panglima lapangan. Merekalah yang berperan penting terhadap kinerja PT PLN Rayon Krueng Geukueh saat itu. Seterusnya aku juga mulai memperbaiki hubungan eksternal sebagai bagian dari stake holder PLN.
Selanjutnya aku mulai mencari beberapa akar permasalahan yang selama ini timbul sebagai lanjutan dari PR (pekerjaan rumah) yang disampaikan oleh pejabat lama kepadaku. Diantara permasalahan adalah, gangguan penyulang yang masih sangat banyak, tunggakan yang masih tinggi dan penyalahgunaan aliran listrik yang masih dominan. Ini bener-benar tantangan yang harus aku jalani dan selesaikan dengan baik demi menepis rumor negatif yang berkembang.
Hari-hari kulewati dengan baik, tunggakan rekening yang masih lumanyan tinggi perlahan mulai dapat kami kendalikan dengan, gangguan penyulangpun sudah mulai dapat penyebabnya sehingga untuk eksekusi sudah mudah kami lakukan. Dan satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah masih banyaknya penyalahgunaan aliran listrik dilpangan namun inipun sudah terbaca titik-titiknya sehingga akan segera menjadi target operasi penertiban.
Setelah dua bulan aku jalankan tugasku sebagai Pelaksana Harian Manajer PT PLN Rayon Krueng Geukueh, pada tanggal 11 November 2015 aku diberhentikan sebagai Supervisor Operasi PLN Area Lhokseumawe selanjutnya aku mendapatkan mandat baru untuk menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Manajer PT PLN Rayon Krueng Geukueh.
Beberapa penghargaan yang kami peroleh di tahun 2015 adalah, sebagai nominasi terbaik III seRegional Sumatera bidang Pelayanan Teknik yang dilaksanakan di PT PLN Pusat Jakarta dan Juara II susut terbaik seAceh Pada Rakor Semester dua di PT PLN Wilayah Aceh.
To be continued