Puji syukur kepada Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayahya kepada kita semua yang sampai hari ini masih bisa menghirup udara segar kehidupan, kesehatan badan, kejernihan pikiran dan diberkahi jiwa yang damai.
100 hari dengan minimal 1 sampai 2 postingan perhari bukanlah jumlah yang ringan dalam merajut konsitensi di Steemit. Orang-orang baik yang tak disangka kian bermunculan, begitu pula batu sandungan cemoohan yang tak diduga, juga tidak kalah kurang. Begitulah kehidupan, hitam putih selalu mengiringi setiap langkah, baik buruknya tidak bisa dielak agar keseimbangan semesta dapat tercipta.
Semakin lama kita berada disuatu tempat, maka semakin banyak pula asam garam yang bisa kita cicipi disana, menu reward dan punishment tersaji dihadapan setiap insan yang mengarungi Samudera Steemit. ada yang berenang ke tepian, ada yang berenang ke lautan lepas, dan apa pula yang mati tenggelam. Ketika bekal tak lagi mencukupi, maka daging sesama tidak bisa dijadikan makanan meskipun untuk alasan bertahan hidup.
Aku sudah bertekad, dan tekad itu kini terpatri dalam hati dan sanubariku; tetaplah mengarungi samudera luas Steemit ini dengan menjadikan teman-teman Komunitas Steemit Indonesia sebagai kapal, dan pemimpin komunitas sebagai nahkodanya, dan para guru-guru sebagai kompas penunjuk agar mampu menyeberang ke pulau yang diberi nama tujuan.
Sebab, ada hal yang tak bisa kupungkiri dan samasekali tidak bisa kunafikan, aku telah sampai pada titik ini bukanlah semata-mata buah dari kerja kerasku sendiri, namun sebuah fakta yang tak bisa kubantah, yaitu proses untuk sampai seperti hari ini adalah berkat tuntunan, dorongan dan dukungan dari teman-teman semuanya.
Terima kasih tak terhingga kepada semua para sahabat yang telah ikut berkontribusi mengantar saya selama 100 hari.
Terima Kasih banyak kepada Kurator Indonesia dan
.