Dari kecil, dan
hidup bertetangga dan bersahabat dekat, namun apa hendak dikata, takdir telah memisahkan mereka sejak lama karena
dibawa oleh orang tuanya yang pindah tugas ke Texas (Tangse). Sepulangnya dari Texas, akhirnya mereka janjian untuk ketemu kembali pada saat acara yang dibuat oleh parte Taufik Kupi di Krueng Keumala.
Dikala bertemu, mereka kangen-kangenan, ngobrol santai di sela-sela acara temu ramah sié kaméng yang diberi nama lembaga Pidie Community. Awalnya topik yang mereka diskusikan menyangkut nostalgia manoe lam lueng masa kecil dulu, kemudian berlanjut membahas tentang kehidupan pribadi masing-masing.
"By the way, kenapa abang Vespa sampai sekarang masih belum meumat jaroe tgk malém?" tanya kepada temannya
yang sampai sekarang masih engkol kosong.
: "Sebenarnya, sampai saat ini aku belum menemukan gadis yang cocok, dan sekarang pun aku akan terus melakukan pencarian sosok gadis sempurna yang sesuai menurut kriteria ku. Oleh sebab itulah aku tancap guys alias masih menjomblo.
Dulu di Matang Seulimeng, aku ketemu dengan seorang gadis ayu nan jelita yang amat pengertian. Aku pikir inilah gadis yang sepadan untuk ku peristrikan. Namun ternyata sama saja, di masa kami berta'arufan ketahuan bahwa ia punya hubungan khusus dengan Apa Suman . Ta'aruf selesai sampai disitu saja.
"Di Cot Geuleungku, aku berjumpa seorang janda rupawan yang ramah dan menggemaskan. Pada pendangan pertama, aku langsung dibuat kasmaran. Jantungku geudhap geudhup dan hatiku berdesir kencang, inilah wanita impian. Namun ternyata belakangan aku ketahui, ia banyak tingkah alias rata agam dipeukhém.
"Aku terus berusaha meurabé rata sagoe. Akan tetapi selalu saja kutemukan kekurangan dan kelemahan pada gadis yang ku taksir. Sampai pada suatu hari, aku bersua gadis ideal yang selama ini ku dambakan di Gampong Trueng Campli. Ia amat sangat amat ceudah, hidong lagee ticem kuangkhang, keung lagee boh apel, tumet lagee boh itek, carong pih meuleumpah, gléh até lom, raya panyang dan kuat meukra. Aku kira, inilah calon peureumoh yang dikirimkan lé Po teuh Allah. Meusaneut dan sep sempurna kira ju."
Man, sergah yang dari tadi kusyu'k mendengarkan, "Apa yang terjadi? Mengapa abang paneuk panyang tidak langsung mé ranup?"
seungap-meukhap, ié mata meuléng-léng dan suasana pun jadi hening.
Akhirnya, dengan su agak paroew, menjawab, "Dudoe baroe lon tupue, rupari jih lagee lon cit, di mita linto yang sempurna. Leumoh lah aneuk muda"
Not: Foto dan cerita hanya rekayasa; Nasehat dalam bentuk poh cakra
Created by: @munawar87/Munawar Iskandar
Sungguh indah, kita dipertemukan dan dipersatukan dalam komunitas yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
Salam Kompak Komunitas Steemit Indonesia
Semoga Tali Silaturrahmi Ini Terajut Menjadi Sebuah Ikatan Persaudaraan Yang Saling Memberdayakan