Aspek filosofis antara raga atau tubuh/wadah/jasad/fisik dengan batin atau jiwa, kita analogikan bagi aspek lahiriah dengan aspek ruhaniah. Hal tersebut bagaikan rumah dengan pemiliknya. Pada umumnya kita suka memiliki rumah yang bagus, bersih, tertata rapi, dan indah mempesona. Namun sebaik dan seindah apapun juga, ketika rumah ditempati oleh pemiliknya yang jahat maka kehidupan di rumah itu bagaikan di neraka.
Sumber foto
Apalagi rumah itu dibiarkan kosong atau ditinggal pergi oleh pemiliknya, bisa-bisa dihuni oleh makhluk halus seperti setan, gendrowo, hantu blau atau lainnya. Sebaliknya, ketika rumah itu ditempati oleh pemiliknya yamg baik maka kehidupan di dalamnya bagaikan surga, rumahku surgaku (baiti jannati).
Ramadhan atau ibadah puasa merupakan instrumen, agar fisik lahiriyah yang diibaratkan seperti bangunan rumah tidak melampaui batasan dan tetap dalam keserasian dan keasriannya, dan ruhani, ibarat pemiliknya mendapat kesempatan untuk peningkatan kualitas kesuciannya dengan diasah diasih dan diasuh selama Ramadhan.
sumber foto
Rumah nan indah hanya layak di tempati oleh pemiliknya yang baik. Hati yang baik pasti menyebabkan rumah tempat tinggalnya indah mempesona.
Bila makanan dan minuman yang halalan thayyiban sebagai nutrisi fisik, maka puasa menjadi nutrisi jiwa yang paling penting. Semoga kita dapat memenuhinya secara serasi dan seimbang.
Tetesan air saja mampu melubangi batu, bagaimana mungkin guyuran nasehat tak mampu melunakkan hatiku yang beku.
Teruslah menasehatiku...!!!
Created by: @munawar87/Munawar IskandarFasilitator Pemberdayaan MasyarakatAnggota KSI Chapter Pidie
Sungguh indah, kita dipertemukan dan dipersatukan dalam komunitas yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
Salam Kompak Komunitas Steemit Indonesia
Semoga Tali Silaturrahmi Ini Terajut Menjadi Sebuah Ikatan Persaudaraan Yang Saling Memberdayakan