Kredit: Pixabay
Setiap hari saya berjumpa dengan orang-orang yang tampaknya lebih ganteng, lebih cerdas, lebih sukses, lebih ramah atau lebih bahagia ketimbang diri saya. Selalu saja ada alasan mengapa saya harus membandingkan diri dengan orang lain. Dan ketika itu saya jadikan sebagai sebuah kebiasaan, secara psikologis, mental saya akan melemah dan banyak kesempatan emas terlewatkan karena menganggap orang lain melebihi diri saya. Inilah faktor penghambat mengapa saya tidak berani tampil ke permukaan.
Ada alasan mengapa orang-orang tertentu mungkin tampak lebih unggul dalam kehidupan seperti yang saya harapkan untuk diri saya sendiri. Kita dibesarkan dalam didikan yang berbeda dari orang tua, lingkungan dan kesempatan mengenyam pendidikan, serta waktu yang telah kita habiskan untuk menempa pengetahuan atau pengalaman hidup. Perilaku yang muncul sekarang adalah hasil dan kualitas dari keadaan hidup yang kita jalani selama ini.
Kabar baiknya adalah untuk meningkatkan atau menumbuhkan kualitas diri, terdapat sumber gratis yang tersedia bagi siapa saja.
Kredit: Source
- Belajarlah untuk lebih bersyukur.
- Terimalah diri apa adanya dan temukan kualitas diri anda.
- Berhentilah melihat profil orang lain di media sosial yang sebenarnnya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
Ini merupakan saran praktis yang memberi perubahan cara pandang terhadap diri saya, karena ketika saya mulai (secara harfiah) fokus pada peningkatan kualitas diri, dan bersyukur atas apa yang saya punya, tindakan saya akan diikuti oleh hasil . Hasil ini akan memberi saya kepuasan yang pada awalnya tidak saya miliki dan mengarah pada tindakan yang tidak perlu untuk membanding-bandingkan diri saya dengan orang lain.
Ketika saya menemukan keterampilan untuk peningkatan kualitas diri, tidak akan ada orang yang dapat menggoyahkan kepercayaan diri saya. Mengapa? Karena hasil yang tepat ini akan membawa, memberikan kegembiraan dan kedamaian serta membantu menciptakan keyakinan batin bahwa saya cukup baik dalam tertentu, dan tidak perlu lagi membandingkan diri saya dengan orang lain. Motivator juga sering menyarankan; “Temukan hasrat / panggilan / takdir Anda” atau “Temukan sesuatu yang Anda kuasai”, awalnya saya berpikir bahwa ini hanya berlaku untuk para pengusaha, kepada para pahlawan yang membangun kehidupan mereka dengan bergegas, berkeringat darah dan air mata sambil membuat hidup mereka sukses. Padahal, terlepas dari seberapa kecil atau besarnya pengaruh diri saya, saran ini bukanlah pengecualian bagi siapa pun.
Rasa syukur dan usaha menemukan kualitas diri adalah salah satu pelajaran terbesar yang saya pelajari. Karena itu membantu saya untuk mengeksplorasi kelebihan inti dari dalam diri untuk kemudian saya hibahkan kepada dunia. Dan dengan begitu saya telah benar-benar merasa hidup kembali dan terjaga dari tidur panjang.
Kredit: Pixabay
Tindakan
Saya tidak harus menjadi seorang profesor paling hebat di dunia, kecuali saya menginginkannya. Ini bukan tentang seberapa tinggi status sosial yang saya punya, tetapi menyangkut tindakan nyata. Misal, jika saya ingin jadi penulis, saya harus menulis sesuatu yang baru hari ini dan membuat rencana yang lebih besar. Jika saya ingin terus belajar, saya akan membuat daftar studi yang saya minati. Ataupun tindakan sederhana lainnya: menikmati hidup dengan melakukan hal-hal menyenangkan seperti berjalan-jalan ke pantai, mendaki, membantu orang lain, dan sebagainya- semua itu penting. Intinya, Saya harus belajar tentang membawa hidup saya ke tahapan atau tingkat berikutnya, dan masih banyak hal lain dalam hidup ini yang belum saya temukan. Menciptakan kehidupan baru itu menyenangkan, tetapi bagian terpenting adalah tindakannya.
Tetap Realistis
Sekalipun saya menjadi manusia yang paling percaya diri di dunia, akan ada saat-sata ketika saya akan merasa bahwa saya mulai membandingkan lagi diri saya dengan orang lain. Tetapi, perbedaan yang krusial adalah, saya sudah dapat melepaskan pikiran itu lebih mudah daripada sebelumnya. Saya dapat melihat kehidupan pada skala yang lebih besar, tidak ingin mengendalikan apa yang tidak dapat saya kendalikan. Menerima bahwa manusia berbeda, selain diri kita setiap manusia lainnya juga benar-benar istimewa dan unik.
Sekali lagi, ini bukan menyangkut tentang bagaimana menjadi pribadi penuh percaya diri, namun ini menyangkut tentang puncak yang ingin dicapai oleh kedamaian batin.
Posted from my blog with SteemPress : https://munawarpasilhok87.000webhostapp.com/2018/06/fokus-pada-peningkatan-kualitas-diri-dan-tidak-perlu-membanding-bandingkannya-dengan-orang-lain