Indonesia terlalu luas jika hanya diharapkan pada dua orang kurator
Sesuai data statistik sementara, pengguna Steemit yang tergabung dalam Komunitas Steemit Indonesia (KSI) terdaftar di http://steemhub.id/indonesia/ mencapai 510 orang. Tentu jumlah ini belum termasuk orang-orang yang belum mendaftarkan dirinya, dan jumlah tersebut bisa dipastikan akan terus bertambah seiring bertambahnya pengguna Steemit di Indonesia.
Berdasarkan data tersebut diatas, ketersediaan voting power yang dimiliki dua orang kurator, sangatlah tidak memungkinkan jika dibagi rata upvote sekaligus setiap harinya. Kita kalkulasikan saja, dengan penguna sebanyak itu dan melakukan postingan minimal sehari sekali apakah tercapai?
Disisi lain, kita terkadang keliru membedakan antara keadilan dengan pemerataan. Keadilan bukan berarti dibagi rata, akan tetapi memberikan sesuatu sesuai porsi dan kadarnya. kemudian juga disesuaikan dengan kesanggupannya selaku manusia biasa yang memiliki keterbatasan waktu dan kesibukan lain serta kewajiban moral yang wajib dipenuhi di kehidupan nyata.
Oleh karenanya, ketika kita bergabung ke Steemit jika hanya semata-mata mengharapkan upvote dari sang kurator, maka ujung-ujungnya akan menuai kekecewaan, dan pada akhirnya sang kurator menjadi orang yang paling berdosa untuk menanggung cemo'ohan.
Lantas apakah saya pribadi tidak berharap? Harus kuakui memang sangat butuh dan berharap, dan bahkan postingan ini hadir juga terbesit harapan agar di upvote oleh sang kurator. Namun harapan itu tetap berada pada batasan rasionalitas, karena muara sebuah harapan, sesungguhnya hanyalah tertuju kepada Ilahi Rabbi, yang mengetuk pintu hati hamba-Nya untuk menekan tombol yang disebut upvote. Tugas kita hanyalah berikhtiar dan berdoa, selanjutnya menyiapkan hati yang lapang, selapang-lapangnya untuk ikhlas menerima apapun yang menjadi takdir-Nya.
Kembali kepersoalan awal, sang kurator juga sepenuhnya menyadari bahwa tidak mampu memuaskan semua pihak. Dan eksistensi dari dua orang Kurator Indonesia hanyalah bagian terkecil dari luasnya samudera Steemit. Disana masih banyak terdapat paus-paus dan lumba-lumba lainnya yang juga bisa memberikan manfaat kepada plankton seperti kita. Oleh sebab itu, diberbagai kesempatan, baik di discord, meet-up KSI, maupun pertemuan-pertemuan non formal lainnya, sang kurator sering menyarankan kepada kita untuk membangun komunikasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, baik didalam maupun diluar negeri, dan rajin-rajinlah bersilaturrahmi.
Kedengarannya memang cukup sederhana, namun percayalah, ketika kita sudah benar-benar menjalaninya, hal yang tadinya kita anggap nasehat sederhana, ternyata justru menghasilkan sesuatu yang luarbiasa.
Lantas, untuk apa juga grup KSI ini dibuat jika tidak mampu memberikan perlakuan sama rata? Bukankah ini juga bagian dari proyek yang hanya menguntungkan sebagian orang? Dan kita hanya dimanfaatkan!
Saya dengan tegas akan menjawab bahwa pertanyaan sekaligus statement itu sangat BENAR dan TEPAT. Tapi itu baru sepenggal pemahaman. Pelajari baik-baik, di Steemit tidak hanya bicara tentang literasi ataupun karya, namun juga bicara tentang bisnis. Bagaimana kalau kita bersepakat bahwa inilah bisnis literasi maupun bisnis karya. Dalam bisnis memang ada yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Akan tetapi jangan salah paham dulu dengan kata bisnis, ibarat seseorang berkata; "Saya olah dulu data ini ya..." Kerjaannya olah-olah terus (buet cit meu olah saja - abeh diolah) konotasinya terdengar negatif, padahal makna yang sesungguhnya tidaklah demikian.
Kita hanya dimanfaatkan
Ini cukup mengherankan, padahal dilain kesempatan kita sering berujar; "Hidup yang bernilai diukur dari sejauh mana kita dapat memberikan manfaat kepada orang lain." Begitu ada orang yang mengambil manfaat dari kita, disaat yang sama temperatur suhu tubuh kita langsung naik turun.
Hei... Manfaatkan aku, ambil saja manfaat apa yang bisa kau ambil dariku. Bagiku, besarkan komunitas, maka komunitas akan membesarkanmu. Jika pun aku dizalimi, semesta akan bersabda mengumpul kebaikan-kebaikan untuk menolongku.
Seberapa Pentingkah Komunitas
Mengutip pendapat Ani Berta: "tak semua orang suka berkomunitas, alasannya beragam, dari mulai tidak percaya diri, kurang suka rame-rame dan tak begitu menganggap penting berkomunitas, karena fokus pada karya saja sudah lebih dari cukup, keputusan ini sangat perlu dihargai, karena setiap individu mempunyai hak untuk bergabung atau tidak. Dan bergabung atau tidaknya dalam suatu perkumpulan atau komunitas, tak akan memengaruhi kualitas karya seseorang, yang bergabung atau tidak, bisa sama-sama menelurkan karya nyata nya."
Sudut pandang tentang berkomunitas, menurut hemat kami sangatlah penting, karena banyak hal yang kurang kita ketahui atau hal yang sama sekali tidak kita ketahui, bisa dibahas dan kita temukan keberadaannya dalam komunitas.
Manfaat langsung yang bisa kita dapatkan dengan bergabung dalam sebuah komunitas, diantaranya;
Proses pertukaran informasi/berbagi pengetahuan
Eksistensi dan Loyalitas
Silaturrahmi, Koneksi, dan Networking
Dan masih banyak manfaat lainnya yang tidak bisa saya uraikan satu persatu-satu disini. Selebihnya bisa anda temukan dipostingan teman-teman yang lain.
Terakhir yang terpenting, jika anda berada dalam komunitas sepeda, bukan berarti anda tidak bisa bergabung ke komunitas mobil. Ketika anda bergabung dalam komunitas pendaki gunung, bukan berarti anda tidak boleh bergabung ke komunitas penyelam lautan. Silahkan kembangkan diri, pergi kemanapun dan bicara dengan siapapun diluar sana, merantaulah sejauh mungkin, lalu bawa pulang manfaat ke tanah kelahiranmu dan komunitas yang telah membesarkanmu.
Baca juga:
https://steemit.com/indonesia/@mariska.lubis/membangun-indonesia-bersama-komunitas-steemit-indonesia
Ramaikan kontes :
https://steemit.com/contest/@mariska.lubis/kontes-promo-steem-3-cara-terbaik-untuk-promo-steem-indonesia-bagian-tengah-dan-timur
Dukung :
https://steemit.com/contestearthday/@nasir83/kontes-menulis-gagasan-steemian-dalam-menjaga-bumi-total-hadiah-100-sbd
Pertanyaan lebih lanjut, masuk ke Discord Komunitas Steemit Indonesia, disana pertanyaan teman-teman akan dilayani dengan baik.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Artinya, manusia yang satu dengan manusia lainnya pasti saling membutuhkan. Saya salah satu spesies yang berjenis manusia tentu harus menyadari dan mengakui bahwa saya tidak bisa sukses tanpa bantuan orang lain.
Sungguh indah, kita dipertemukan dan dipersatukan dalam sebuah komunitas yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Peusaban lampoe, lam baten sama rata, ta gayoeh beusama..hayyaoehhh.
Created By: @munawar87/Munawar Iskandar
Salam Kompak Komunitas Steemit Indonesia
Semoga Tali Silaturrahmi Ini Terajut Menjadi Sebuah Ikatan Persaudaraan Yang Saling Memberdayakan