Aku meminta kepada Rabbku Yang Maha Pengasih untuk mengasihiku, sementara aku sendiri membenci yang lain. Aku memohon kepada Rabbku yang Maha Pengampun untuk mengampuniku, tapi orang lain minta maaf, aku acuhkan dan memendam dendam. Aku meminta kepada Penciptaku agar selalu bisa hidup sehat, tapi justru seringkali aku menjadi penyebab yang membuat orang lain sakit hati. Manusia macam apakah aku ini? Na'uzubillah summa na'uzubillah.
Dan semestinya juga diri ini menyadari, bahwa terlampau penuh dengan ketidaksempurnaan serta kesalahan atau kekhilafan yang terus diulangi dari waktu ke waktu. Akan tetapi, ketidaksempurnaan itu justru kian mempertegas satu hal; bahwa diri ini hanyalah seorang manusia biasa, setitik noktah dalam debu semesta dan sejarah yang mudah tersaput angin dan terlempar debu-debu peradaban.
Diri ini hanya kepingan amat kecil dari kebesaran dan kemaharajaan Pemilik Semesta. Diri ini bergelimang dosa, namun menancapkan niat untuk bisa membenahi diri setapak demi setapak yang barangkali amat jauh dari pencapaian manusia-manusia besar yang pernah melangkahkan kaki di pasir perjalanan waktu.
Sekali lagi, barangkali kesalahan atau kekhilafan tidak saja di terjemahkan dalam bentuk kata, sikap, maupun ucapan, namun pikiran juga barangkali turut berpartisipasi mendorong timbulnya kesalahan atau kekhilafan.
Tak cukup juga waktu untuk mengulas semua salah dan khilaf. Hanya kata mohon maaf sebesar-besarnya baik lahir dan bathin buat seluruh sahabat, bapak/ibu, abang/mas/kanda/polem, kakak/ mbakyu/yunda/cuda/cupo, dan Stemian semuanya.
Semoga Ramadhan kali ini menjadi titian langkah untuk menuju ke arah yang lebih baik. Baik secara ritual maupun secara sosial.
Meski cukup sadar bahwa kita memiliki perbedaan yang substantif baik suku, ras, agama, gegorafis, keyakinan, ide, gagasan, perpektif, asumsi dan lain sebagainya, namun karena perbedaan itulah kita bersatu dalam wahana Indonesia dalam satu Ideologi yakni Pancasila... salam Komunitas Steemit Indonesia.
Tetesan air saja mampu melubangi batu, bagaimana mungkin guyuran nasehat tak mampu melunakkan hatiku yang beku.
Created by: @munawar87/Munawar Iskandar
Sungguh indah, kita dipertemukan dan dipersatukan dalam komunitas yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
Salam Kompak Komunitas Steemit Indonesia
Semoga Tali Silaturrahmi Ini Terajut Menjadi Sebuah Ikatan Persaudaraan Yang Saling Memberdayakan