Mareka yang tidak pernah mengabdate postingan keluhan ataupun retapan, mungkin di dunia nyata, dalam kesehariannya justru lebih banyak menghadapi masalah-masalah besar, ketimbang orang-orang yang sering mengeluhkan hal-hal kecil seakan hidup nya begitu rumit yang seolah-olah memberi gambaran bahwa dialah orang yang paling menderita di
dunia.
Mareka yang banyak menghadapi masalah, rasanya tak ada lagi masalah yang patut dikeluhkan. Toh, selama hayat masih dikandung badan, yang namanya masalah tak kan pernah habisnya. Ibarat ombak dilautan; ombak yg satu pecah maka ombak yang lainnya pun akan ikut menyusul. Kenapa mesti berlama-lama terpaku dengan satu masalah, padahal kedepan masih banyak masalah lain akan menyusul untuk dihadapi. Saya yakin justru dengan datangnya masalah membuat kita lebih matang, dan bisa tampil sebagai pribadi yang tegar dan bijaksana.
Sanggupkah kita melawan, bila esok hari kehidupan menghendaki sesuatu yang kita hindari. Mampukah kita menolak, bila esok hari kehidupan memberikan sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan. Mampukah, sanggupkah kita menghadapi sesuatu yang datangnya tiba-tiba dan hal itu tak pernah kita inginkan. Semua pasti menginginkan sesuatu yang lebih baik di hari esok, namun nyatanya masa depan itu tak selalu lebih baik dari pada masa lalu. Tawaqqaltu ilallah, hanya bisa berserah diri berharap diberi kesanggupan dalam tekad memperbaiki diri, konsisten dalam upaya, dan berbuat baik kepada sesama, guna menyongsong masa depan yang belum tentu lebih baik.
Andre Comte-Sponville, Seorang Profesor Filsafat di Universitas Sorbonne yang juga seorang filsuf terkemuka di Prancis dalam bukunya yang berjudul "Spiritualitas Tanpa Tuhan" bertuliskan; Ketika suatu keinginan belum tercapai, ia tampak paling baik di atas segalanya. Kemudian, saat ia telah tercapai, kita menginginkan hal lainnya, bagai dahaga kehidupan, tak pernah terpuaskan. Kita adalah tawanan kekurangan, tawanan ketiadaan dan juga tawanan dari hasrat diri sendiri.
Sangat dimaklumi, keluhan manusia itu tak pernah habisnya. Ada saja. Mulai dari keinginan-keinginan yang tidak terpenuhi, bahkan sampai keinginan yang sudah terpenuhi sekalipun, manusia masih sering mengeluh. Aku sebagai salah satu spesies yang berjenis manusia, juga tak lepas dari keluhan-keluhan itu. Ada saja yang dipertanyakan kepada Allah dan ada saja yang dituntut. Padahal, apa yang telah diberikan oleh-Nya sudah jauh melebihi dari apa yang sebenarnya yang kubutuhkan. Namun dunia begitu berat godaannya, yang membuat manusia tidak pernah merasa puas.
Berpeluh dan mengeluh, namun hanya berdiam diri ketakutan tanpa melakukan apapun untuk perbaikan. ooh, itu pribadi yang mati sebelum diajalkan.
Aku begitu bangga mengaku pada pada dunia, bahwa aku adalah orang yang paling berpegang teguh, tidak mudah goyah, konsisten, komit maupun berprinsip. Padahal, perubahan cuaca saja, sudah membuatku berubah keluhan. Kala musim hujan, keluhanku membanjiri dinding ratapan dan menyambar petir kesadaran. Namun kala musim kemarau, keluhanku berubah lebih panas dari terik matahari. Rupanya prinsipku tak lebih konsisten dari selembar kelender musim.
Kita sepenuhnya sadar, bahwa dalam hidup tidak ada badai yang tak berlalu dan tak ada pesta yang tak berakhir. Lantas mengapa juga diri ini tidak menghadapinya dengan kesadaran, sehingga diri ini tak perlu berlebihan dalam bereaksi ketika menjumpai salah satu diantaranya.
Tetesan air saja mampu melubangi batu, bagaimana mungkin guyuran nasehat tak mampu melunakkan hatiku yang beku.
Teruslah menasehatiku...!!!
Created by: @munawar87/Munawar Iskandar
Sungguh indah, kita dipertemukan dan dipersatukan dalam komunitas yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.
Salam Kompak Komunitas Steemit Indonesia
Semoga Tali Silaturrahmi Ini Terajut Menjadi Sebuah Ikatan Persaudaraan Yang Saling Memberdayakan