Sebelum disebut pisang goreng, nama kue yang satu ini pada masyarakat wilayah Abu Rimba dikenal dengan sebutan bada.
"Jinoe jameun ka modreen, macam bagoe diboh nan! (karena zaman semakin modern, beragam istilah baru)." Celoteh Abu pada pedagang bada.
"Nyan kah bek ka ikoet lagee kheun awaknyan, peugah laju bada, bek male-male (kamu jangan ikut-ikutan seperti mereka, katakan saja bada untuk pisang goreng, jangan malu-malu)." Abu menimpali pedagang bada.
Secara korelatif, Abu penggemar kue bada. Beliau lazim menikmati secangkir kopi bersama kue favoritnya. "Tajep kupi hana bada pane pah, lagee tarah ulee hana sampoe" Abu merepet sendirian. Tak ada satu pun hadirin penikmat bada yang berani membantah ricau Abu Rimba.
"Kupi lawan bada, meugala-gala."