Judul ini saya "plesetkan" dari judul novel karya Sutan Takdir Alisjahbana berjudul Anak Perawan di Sarang Penyamun. Novel itu berkisah tentang saudagar kaya raya asal Pagar Alam bernama bernama Haji Sahak. Ia hendak berdagang ke Palembang. Ia membawa berpuluh-puluh kerbau dan aneka barang dagangan lainnya. Ia ditemani isteri dan anak perawannya.
fofo: pixabay.com
Dalam perjalanan, mereka dicegat perampok kejam. Haji Sahak dan isterinya dibunuh. Namun anak perawan Haji Sahak, Sayu, dibiarkan hidup dan kemudian dibawa ke sarang penyamun pimpinan Medasing itu. Rupanya, salah seorang anak buah Medasing, Samad, jatuh cinta pada Sayu. Ia pun mencoba untuk membebaskan Sayu. Apakah akan berhasil? Sila baca novelnya.
Kali ini kita bahas Steemit saja. Tepatnya sejumlah sastrawan, bukan anak sastrawan, yang berada di "sarang" Steemit. Sarang yang saya maksud adalah grup Seemit Budaya, yang menghimpun para penulis, seniman, sastrawan dan pegiat kebudayaan. Selain grup WA, saya juga membuat akun yang ke depan dicita-citakan untuk mendukung dan terus mempromosikan Steemit kepada komunitas seni dan budaya.
Apa itu Steemit?
Foto:. Internwt
Meskipun telah ada banyak penjelasan apa itu Steemit, termasuk di tulisan di atas, di sini akan saya jelaskan secara singkat saja. Stemit adalah media sosial berbasis blockhain. Ia mirip Facebook sekaligus Twitter. Saya sebut mirip Facebook, karena kita punya halaman sendiri (yang disebut blog) dan timeline umum, linimasa, yang di Steemit disebut Feet.
Isi blog adalah tulisan-tulisan atau posting kita sendiri atau tulisan/posting orang lain yang kita bagi, share, atau dalam istilah ini disebut resteem. Adapun linimasa (timeline) atau Feet isinya adalah tulisan-tulisan atau posting orang lain yang kita ikuti (follow) atau berteman dengan kita.
Lalu di mana kemiripan dengan Twitter? Letaknya pada following dan follower. Kita memfollow (mengikuti) akun lain dan akun lain bisa mengikuti (following) kita (follower). Seperti halnya di Twitter, makin banyak follower makin bagus. Dengan demikian, tulisan kita makin besar kemungkinan untuk dibaca karena melintas di lini massa Steemian lain.
Baca juga tulisan ini:
Apa Istimewanya Steemit
Selain persamaan tadi, ada perbedaan mendasar antara media sosial lain seperti Facebook, Twitter dan lainnya dengan Steemit. Setiap postingan di Steemit akan mendapatkan reward dalam bentuk uang digital SBD (Steem Backed Dollars). Uang crypto ini nilainya naik turun, sesuai dengan pergerakan pasar. Kini, rata-rata 1SBD = 3,5 dolar AS.
Reward itu didapat dari like atau vote yang diberikan pengguna Steemit lainnya. Berapa jumlah reward untuk tiap tulisan atau postingan? Tidak ada angka pasti. Ada dua hal yang menentukan nilai reward sebuah tulisan. Pertama, jumlah orang yang memberi like atau vote. Kedua, nilai Steem Power (SP) orang yang memberi vote. Nilai vote pengguna baru sudah pasti sangat rendah dan jauh di bawah vote Steemian senior.
Saya pernah mendapatkan belasan vote dari Steemian baru namun hanya mendapat reward 0,0 sekian. Namun begitu ada dua Steemian senior yang memberi vote, yang mempunyai SP besar, total nilai reward melompat melebihi 1 SBD. Bayangkan jika ada 20 Steemian senior yang memberi vote pastilah nilai total reward yang kita dapat akan sangat besar.
Baca: White Paper Steemit.
Reward inilah yang menjadi keistimewaan Steemit. Namun, kita yang baru memulai menulis di Steemit tentu tidak bisa mengharapkan langsung mendapatkan banyak reward. Saya sering mengalami ada tulisan yang rewardnya 0,00 sekian. Itu wajar saja. Sebaliknya, ada pula tulisan saya, karena masuk nominasi tulisan terbaik OCD dan dipromosikan ke seluruh dunia, reward untuk satu tulisan mencapai 30 SBD. Baca tulisan: Mata Teduh dan Sesuatu yang Tersingkap.
Jika kita melihat tulisan atau postingan yang menjadi trending topic bahkan nilainya bisa ratusan sampai ribuan SBD untuk satu tulisan. Bahkan ada puisi yang nilai rewardnya di atas 500 SBD. Baca: Reward Pusi di Steemit Melebihi Honor Puisi Esai.
Baca Juga:
How Does Steemit Reward System Work? Complete Research Paper on Steemit Economy and Reward System!
Bagaimana cari bikinnya?
Bikin akunnya sangat mudah. Tinggal masuk ke steemit.com, lalu klik Sign Up atau Joint. Lalu ikuti langkahnya: memilih nama akun, memasukan email, nomor telepon dan memasukkan kode verifikasinya. Lalu tunggulah akun kita di aprove. Langkah detil dan lengkapnya bisa baca tutorial yang pernah saya bikin di sini: Panduan Singkat Bikin Akun Steemit.
Cuma sekarang ada sedikit perbedaan dalam proses itu. Pertama, dulu kita harus memverifikasi nomor telepon dan email sekaligus saat mendaftar. Tapi kini tidak, hanya diminta memverifikasi nomor telepon saja. Caranya masukkan kode yang dikirim ke telepon genggam. Setelah itu lupakan dan kembali ke aktivitas masing-masing.
Untuk aproval membutuhkan sehari hingga beberapa minggu. Sabar saja. Sering-sering mengecek email. Satu lagi: ketika sudah diaprove, ketika mengklik link aproval Anda akan dibawa ke halaman login dan pasword. Nah, backuplah pasword itu ke tempat lain (note dan email) dengan cara copy-paste. Pastikan tidak ada satu pun huruf yang tertinggal.
Steemit tidak menyediakan fasilitas recovery pasword. Jika pasword hilang, artinya akun Anda sudah "mati", tidak bisa posting lagi. Anda harus bikin akun baru. Di Steemit Budaya, ada beberapa orang yang terpaksa bikin akun baru karena masalah pasword. Apa boleh buat.
Sastrawan di Steemit
Ada banyak penulis dan pegiat sastra yang kini menulis di Steemit, entah menulis puisi, cerpen, esai, tulisan ringan atau memposting foto. Beberapa di antara mereka adalah nama-nama penting dalam sastra Indonesia. Sebagian lagi adalah sastrawan muda. Mereka tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Tanpa memilah mana senior dan muda, para penulis dan pegiat sastra itu seperti Ahmadun Yosi Herfanda, Arafat Nur, Ayi Jufridar, Iman Sembada, Iwan Kurniawan, Willy Ana, Berthord Sinaulan, Ida Fitri, Herman RN, Teuku Ahmad Dadek, Nazar Syah Alam, Emong Soewandi, Thayeb Loh Angen, Pilo Poly, Ngarto Februana, Subhan Ihsan, Ayu Cipta, Sulaiman Juned, Ampuh Devayan, dan sebagainya. Ada pula beberapa sastrawan yang akunnya belum diaprove seperti Fikar W Eda, LK Ara dan Mezra E.Pelandou.
Lengkapnya nama-nama seniman dan sastrawan yang bermain di Steemit saya lampirkan di bawah tulisan ini. Tentu saja, saya yakin mereka menulis di Steemit bukan semata karena reward alias membruru dolar, tapi lebih sebagai ruang ekspresi alternatif yang bisa menghargai penulis atau konten kreatornya -- lepas dari besar kecil nilainya.
Antitesis
Steemit boleh jadi juga menjadi semacam antitesis bagi media mainstream yang tidak menghargai penulis atau tidak memberi honor untuk tulisan (puisi, cerpen) yang dimuat. Bukan rahasia umum banyak media mainstrem, terutama di daerah, yang tidak menghargai penulis. Jika pun ada honornya nilainya sangat kecil dan jarang yang mengirimkan rekening penulis. Tapi banyak penulis tetap giat mengirim karya ke sana dan menganggapnya sebagai ruang ekspresi.
Nah Steemit adalah ruang baru untuk itu.
Jakarta, 6-8 Maret 2018
MUSTAFA ISMAIl
Anggota Steemit Budaya
Ihan Nurdin
Herman RN
Mustafa Ismail
Teuku Afifuddin
Iman Sembada
Bahagia Arbi
Razack Pulo
Willy Ana
Pilo Poly
Sudiyanto
Fardelyn Hacky
Ansar Salihin
Tabrani Yunis
Andrian Habibi
Joel Pase
Ngarto Februana
Mariska Lubis
Ahmadun Yosi Herfanda
Ayi Jufridar
Iwan Kurniawan
Mahdi Idris
Hamdani Mulya
Masriadi Sambo
Iman Sembada
Edi Miswar Mustafa
Nazar Syah Alam (Apache13)
Ody Nugraha
Sulaiman Juned
Marhalim Zaini (akun?)
M. Nasir Age
Ali Anwar
Ida Fitri
Awaluddin Ishak ()
Cut Januarita ()
Ikhwanul Halim
Subhan Ihsan
Kas Pani
Jayu Marsuis
Eko Petra
Zulfikar Kirbi
Nadi Hariyansyah
Emong Soewandi
Ampuh Devayan
Benny Poelem
Ferhat Muchtar
Iskandar Norman
Ari Rahmadi
Arafat Nur
Okta Piliang
Fikar W Eda (belum diaprove)
Ulfatin CH
Fadiatur Rahmi
Moh Gufron Cholid
Mustiar AR
Yusuf Zulkifli
Mulyadi Nurdin
Rudy Asrori
Khairil Miswar
Ratu Ayu
Hidayatullah Habibi
Nurul Hidayati
Muntazar
Much Zendara Alfin
Berthold Sinaulan
Zulfajri
Rini Febriani Hauri
LK Ara (belum approve)
Taufik Mubarak
Adi Warsidi
Mezra P. (belum approve)
Ayu Cipta (lupa password/bikin baru)
Maksal mina
Muhajir
Pringadi Abdisurya
Cut Agus - awi
Rauzal Juanda
Muhammad rizal