Gotong Royong Bikin Jenang Untuk Berkatan
Desa kami sangat jauh dari kota, harus naik kendaraan roda empat atau roda dua selama sekitar 1 jam. Nanjak tinggi ke atas daerah pegunungan, karena desa kami berada di desa kedua paling ujung dari batas hutan lereng Gunung Semeru. Kalau tidak gotong royong dan menjaga kebersamaan, pasti akan susah. Soalnya, penduduknya sedikit dan jauh dari mana-mana, kalau ada apa-apa, jadinya harus saling bantu.
Setiap menjelang pernikahan, penduduk desa kami gotong royong memasak untuk membuat berkatan dan jamuan. Berkatan ini dibagikan beberapa hari sebelum acara pernikahan ke penduduk sekampung, untuk mendapatkan doa dan restu. Isi berkatan macam-macam, mulai dari nasi lauk pauk sampai kue-kue tradisional termasuk jenang.
foto editing menggunakan aplikasi HDR dan Photoshop Touch for Android
Jenang biasanya kami buat duluan, soalnya awet. Jenang ini terbuat dari santan, gula merah, dan tepung. Mirip dodol tapi lebih kenyal dan tidak keras, rasanya manis. Katanya, sih, jenang ini perlambang biar awet manis hubungan dalam rumah tangga dan keluarga. Benar nggaknya, aku kurang tahu.
Kami di sini sudah banyak yang pakai kompor gas, tapi masih senang pakai kayu bakar untuk memasak sehari-hari, apalagi buat selametan. Kayu bakar berlimpah di ladang dan hutan, tanpa perlu menebang pohon. Tinggal ambil ranting ranting pohon sedang dedaunan untuk pakan ternak kambing dan ranting kayu dikeringkan untuk kayu bakar juga ranting yang sudah jatuh ke tanah kami manfaatkan dipakai buat memasak. Jenang juga dimasaknya pakai kayu bakar, kalau pakai gas kemahalan
Barangkali kalau di kota sudah tidak ada lagi tradisi gotong royong seperti kami di sini. Kalau di desa dan daerah aku yakin masih banyak yang melakukan hal sama, di kota tidak pernah nemu yang seperti ini. Itulah sebabnya aku senang tinggal di desa, rasanya tidak seperti robot yang hidup masing-masing. Biar banyak uang, tapi aku tidak kerasan tinggal di kota. Melihat penduduk desa gotong royong seperti ini membuatku merasa sangat manusiawi. Bagaimana dengan teman-teman?
Matur suwun,