Pertemuan Yang Menggetarkan
Tiga Puluh Menit sudah reza menunggu. Tiga batang rokok telah dia habiskan. Mimi gadis yang ia tunggui belum juga datang. Rasa kecewa jelas tergambar di raut wajahnya. Dia sempat berpikir andainya dia tidak bertemu dengan mimi pada hari itu. Waktu yang telah lama dihabiskan.
Namun perasaannya itu tiba – tiba sirna. Matanya menangkap sosok gadis di seberang jalan sana. Reza bangkit dari tempat duduk kayu itu, Sambil merapikan dirinya tuk menyambut dara yang penuh tanda tanya besar dalam batinnya, gadis itu telah berada di tempat yang tadi reza berdiri pada saat dirinya sampai ke keude cunda. Gadis itu menoleh ke arah reza. Guratan senyum jelas menghiasi wajahnya.
“ ini pasti mimi... amin...” harap reza dengan berbagai rasa yang penuh cemas.
Dengan langkah pasti tapi gundah, reza menghampiri gadis yang memakai baju muslim berwarna putih bersih itu yang tampak anggun dengan paduan jilbab hitam beraksesoris liontin kecil yang indah.
“ Mimi ya..”? sapa reza
“ Ya.. bang reza ni..”.? tebak mimi yang malu – malu dengan nada suara yang sulit untuk dibayangkan dimana letak intonasinya. Bukan jelek, tapi seakan membawa reza ke alam bawah sadarnya.
“ Benar..” balas reza yang masih terpana dengan ciptaan Allah yang satu ini.
Belum sempat reza melanjutkan, mimi dengan cepat menyambung..
“ maaf ya. Buat abang kelamaan nunggunya. Mimi shalat tadi “. Pinta mimi sembari memberi alasan keterlambatannya sampai di pertigaan keude cunda.
“ gak apa – apa kok..” reza menjawab dengan tenang.
Memang sudah sepatutnya mimi minta maaf tentang kekesalan reza menunggu, seperti kata yang sering populer terdengar “ Menunggu Adalah Hal Yang Membosankan “. Tapi kita harus bisa menempatkan kata – kata tersebut sebagai mana fungsinya. Menunggu untuk untuk suatu hal yang baik dan diridhai Tuhan kenapa tidak?.
Reza sudah bisa menguasai keadaan. Tampak rileks dan bersahaja, walau dalam hati deg degan tidak dihiraukannya lagi.
Reza berdiri di sebelah kanan mimi. Tidak dekat dan juga tidak jauh. Jarak yang tidak mengganggu dan menghambat pembicaraan. Reza menanyakan sekolah mimi, alamat dan keluarganya. Percakapan yang dianggap reza pantas diajukan kepada orang yang baru dikenal.
Bersambung