Gambar : Pixabay
Langit pecah menangis
Berkali jatuh tanpa mengeluh takdir-Nya
Dentingan titik air di batas atap
Seperti suara senandung rindu yang meresonansikan ingatan masa lalu
Bercampur semerbak tanah basah
Di ujung siklus musim yang resah
Lirih tangis langit didengar
Oleh mereka yang sudah lupa rupa pelangi
Sungguh
Tak ada yang melankolis dari keadaan petang ini
Saat semua ketenangan
Bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan
Jalan terjal, berliku, mendaki tanpa henti
Hujan
Sebuah perayaan semesta untuk alam
Terima kasih dariku...
Okayama, Agustus 2018
_SP