Hai, Sahabat Steemian sekalian, di manapun kamu berada. Hari ini kita bersua lagi lewat tulisan yang acak-acakan ini.
Hari ini matahari tidak begitu sempurna memperlihatkan wajah cerahnya ke permukaan bumi. Mari lanjutkan aktifitas kita masing-masing.
Hari ini saya akan bercerita satu hal yang pastinya sangat dekat dengan steemit. Mari membaca!
Di bulan Agustus lalu, saya mendaftar akun steemit ini. Jujur pada saat itu, saya belum paham tentang akun bernama steemit itu. Saya hanya mendengar pernyataan “nakal” bahwa “nulis di steemit kita bisa dapat uang”. Pernyataan yang sangat memancing semangat mahasiswi seperti saya yang memang keadaan kantong, “ya seperti itu” (jadi curhat).
Tentu ini pernyataan yang pastinya membuat semua orang terdiam sesaat. Berpikir keras, mendalami seketika (pengalaman pribadi, hahaha).
Lalu karena kebingunan akhirnya muncul pertanyaan selanjutnya “kok bisa? Kok bisa dapat uang? Jangan-jangan uang haram, riba dan sejenisnya (negatif thinking, *ups. Jangan di tiru adegan berbahaya ini)”.
Tentu yang mendengar pertanyaan ini secepat mungkin menangkis dengan kata-katanya “bukan. Bukan uang haram. Bayangannya begini, kita menulis. Setelah itu, tulisan tersebut kita publikasi di akun steemit kita. Lalu orang nanti akan membaca dan menyukai (upvote) tulisan kita. Dari hasil disukai itulah kita dapat dollar yang kemudian dirupiahkan (sudah pasti ya. Ini Indonesia, rupiah dong). Contoh lainnya, jika kita kirim ke media cetak juga demikian. Kalau diterima kemudian dicetak, maka kita akan dapat honor. Begitu juga di steemit. Berarti halal dong. Kan kita dapat imbalan (reward) dari tulisan kita sendiri. Mungkin seperti itu banyangannya dari mana uang tersebut berasal.”
“Jadi uang itu hasil dari tulisan kita sendiri (menulis kemudian dapat hasil/rupiah). Bukan, “ya gani, ya gani neubi peng saboh guni (maksudnya berdoa tanpa berusaha)”, diskusi singkat dalam hati.
Setelah penjelasan panjang lebar kali tinggi, hihi. Disusul pertanyaan ini itu (maklum masih rada ragu-ragu), akhirnya saya mulai mengerti. Kemudian memutuskan untuk melahirkan akun steemit yang bernama ini, hemmm. Wah, tanpa terasa sudah enam bulan (lebih dan kurang) saya menjadi warga steemit ya.
Berita bahagianya, hari ini bukan hanya saya saja yang menjadi warga steemit. Tapi beberapa teman saya lainnya yang juga sudah cukup aktif menulis di steemit, diantaranya ada Kak , kak
, kak
, bang
, bang
, bang
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
,
, dan
.
Saya sangat yakin, bukan hanya mereka saja yang sudah saya sebutkan namanya di atas. Namun masih banyak warga steemit lainnya yang tidak tersebut namanya di sini, yang terpenting kita sah menjadi warga steemit ya, ahaaaa.
Lanjutkan sahabat untuk konsisten menulis di steemit, sambil belajar menulis juga. Bagi yang baru bergabung saya ucapkan selamat datang, bagi yang belum mari segera mendaftar!
Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Curator Indonesia bang @aiqabrago, @levycore dan @kevinwong yang selalu menghargai tulisan saya.
Nisam, 09 Januari 2018