"Daun yang jatuh pun tak luput dari kehendak-Nya" -Tereliye-
Quotes itu memberi makna bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini tidak luput dari kehendak dan ketentuan-Nya. Semua sudah diatur oleh sang pemegang kendali kehidupan. Tidak ada satu pun orang yang mampu mengubah, memodifikasi, atau menghapus sesuatu yang sudah tertera di lauhmahfud (inilah yang dinamakan takdir).
Hari ini aku tidak ingin membahas tentang Nisa dan Nury yang hanya sekadar tokoh fiksi Bang , tetapi aku akan kembali menceritakan tentang sosok Aminah yang dikenal dengan ketegaran dan ketabahan hatinya.
Kemarin, aku tidak sengaja memegang hp yang tergeletak di lantai rumah. Mataku tertuju pada walpaper wajah seorang laki-laki yang begitu menyerupainya. Alisnya, hidung peseknya bahkan bentuk muka bulat kejawa-jawaan juga ikut hadir di raut wajahnya. Ingatanku menerawang jauh ke empat bulan silam....
04 Desember 2017
Mendengar Kakak akan segera melahirkan membuat kami sekeluarga terkejut, karena ia baru saja berangkat tadi pagi ke Meulaboh untuk mengurus surat izin cuti di hari seninnya. Aku melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 02.13 dini hari.
Mendengar kabar Kakak akan segera melakukan persalinan kami sekeluarga langsung berangkat. Hujan membuat saya tidak bisa melajukan kendaraan motor dengan cepat sehingga kami tiba di sana lebih lambat pukul -06.00 WIB-
06.00 WIB
Aku, Ibu dan Ayah langsung masuk untuk melihat keadaannya beserta bayi yang begitu diimpikan kehadirannya. Aku menemukannya. Ia menggendong bayi mungil yang begitu menggemaskan. Kini mataku tertuju pada selaput tipis di netranya, seakan segera pecah dan meruahkan bulir-bulir air mata. Aku mampu merasakan tikaman pisau tajam menancap di dadanya. Aku mulai mendengar isakan ketika matanya menatap lumat setiap lekuk ciptaan Tuhan pada bayi laki-laki yang begitu menyerupainya. Ia hanya terdiam dengan air mata yang terus berjatuhan, tanpa raungan atau teriakan-teriakan histeris seperti yang kulihat pada ibu-ibu kehilangan bayi yang belum sempat dirawatnya. Kembali ia menunjukkan sisi ketegaran di hatinya.
"Aku tidak punya kekuatan dan kekuasaana apa pun. Ketika Allah telah mengambilnya, meraung juga tidak akan bisa mengembalikannya. Jadi ikhlas adalah cara terbaik melepas kepergiannya." (Aminah, Dosen FISIP UTU)
Kata itu menggambarkan sosoknya yang begitu tabah dan ikhlas atas semua yang telah menimpanya. Ia wanita yang luar biasa, meskipun beberapa orang melihatnya penuh dengan rasa iba, tetapi ia tetap menunjukkan sisi ketegarannya tanpa mengeluh, menyesali keadaan maupun menyalahkan diri sendiri.
Dari kisahnya aku kembali diajarkan ketabahan dan mensyukuri sesuatu yang telah Allah tetapkan. Aku memang tidak sekuat hatinya tetapi darinya aku bisa belajar bahwa meraung takkan bisa mengembalikan sesuatu yang telah hilang.
Ketika Allah sudah menentukan suatu ketentuan untukmu, maka sabarlah. Karena ujianlah yang akan mengokohkan kakimu untuk bangkit dan berdiri.
"Bukankah kita harus ujian untuk naik kelas?"
Kata itu sangat cocok untuk menggambar sebuah kehidupan dan suatu permasalahan. Seperti halnya untuk naik kelas kita juga harus melalui ujian terlebih dahulu, begitu juga dengan kehidupan kita harus menerima hadiah indah dari-Nya (masalah). Jika kita mampu dan berhasil melewatinya maka Allah memberikan hadiah yang lebih indah dan tentunya diangkat derajatnya.
Salam hangat dariku dari kota seribu pemandangan (Aceh Jaya)