Dua hari ini kedua nama tersebut kerap diperbincangkan bahkan beberapa stemian menjadikannya sebuah tulisan di platform ini. Ketika mereka berkata "Nisa mulai tenggelam karena Nury" dan "Nisa takkan terlupakan meskipun hadirnya Nury". Dua tulisan itu seperti menampar saya untuk mengklarifikasikan bahwa Nury adalah Nisa.
"Nury adalah Nisa" jika ditinjau dari bahasa Arab tentu kata itu adalah sebuah kesatuan yang menjelaskan tentang Nury yang berarti perempuan. Jadi tidak ada batasan menterjemahkannya. Namun jika Nisa adalah sebuah nama maka kata itu merupakan sebuah kekeliruan. Karena pada dasarnya keduanya tentu berbeda, baik sifat, sikap maupun perawakannya. Aku tidak mengenal Nisa, tetapi kedua tulisan itu membuatku penasaran akan sosoknya.
Meskipun begitu, sungguh aku tidak suka dijadikan alasan, apalagi penyebab atas sesuatu. Semoga kita bisa terus menjaga keutuhan keluarga yang baru kutemukan (KSI Barsela). Jangan biarkan alasan-alasan ini membuat kita enggan bersua atau malu untuk sekadar menyapa. Jika sudah ada rasa enggan maka tunggulah, perlahan kita akan saling menjauh lalu melupakan. Perkuat silaturrahmi dengan komunikasi maka itu akan lebih baik daripada saling diam perlahan menghilang, lenyap ditelan bumi Johan Pahlawan.
Salam persabahatan dari kota seribu pemandangan (Aceh Jaya) 😂