Sudah mulai marak terlihat diberbagai sudut kota orang-orang yang memberikan jasa penukaran uang receh.
Image
Fenomena inipun bukanlah hal yang baru, akan tetapi semacam tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun yang lalu.
Bank-bankpun mulai gencar melakukan hal ini, karena menjelang lebaran akan sangat banyak orang-orang yang ingin menukarkan uang rupiah mereka ke nominal pecahan.
Kalau yang melakukan aktifitas ini Bank dengan cara mobiler, biasanya mereka membatasi batas penukaran nominal uang recehnya bagi yang ingin menukarkan rupiah mereka. Tujuan dari pihak Bank untuk pemerataan.
Berbeda dengan orang perorangan yang menjual jasa mereka untuk sebagai kurir dadakan tempat penukaran uang rupiah.
Image
Orang yang menjual jasa penukaran uang dadakan ini, biasanya mengambil upah yang lumayan besar. Dan mereka tidak membatasi berapa banyak orang yang ingin tukar rupiah ini. Karena bagi mereka semakin seseorang yang menukarkan uang, maka akan semakin cepat mereka pulang kerumahnya.
Image
Berbeda dengan mobiler dari bank langsung yang tidak mengutip biaya dari pelanggannya, cuma kendala menggunakan jasa bank ini adalah membatasi jumlah rupiah yang ingin pelanggan tukarkan.
Bagi masyarakat yang ingin menukarkan rupiahnya juga harus hati-hati. Karena biasanya moment-moment seperti ini banyak disalah gunakan oleh oknum-oknum pemalsu rupiah.
[Image]()
Tapi jangan ragu ketika anda menukarkannya pada Bank, karena pihak bank telah memverifikasi uang-uang tersebut.
Ini hanya berlaku bagi orang-orang dadakan yang menjual jasa mereka sebagai agen penukaran.
Jadi, sebelum membawa pulang semua uang nominal pecahan, ada baiknya memeriksa dulu. Jika memang anda mendapati uang palsu, segera laporkan kepada pihak yang berwajib.
Wassalam
Regard