Alhamdulillah kini buah hatiku telah mempunyai nama. Setelah beberapa hari kelahirannya, bayi laki-laki mungil ini belum punya nama.
Rizieq Jaisy Ar-Riza
Itulah namamu Wahai Pangeran Kecilku.
Kelahiranmu dalam bulan penuh Berkah, bulan Magfirah dan bulan Pengampunan yakni di Bulan Ramadhan 1439 H. Tepatnya pada 1 Ramadhan. Tersurat dalam namamu 2 keberkahan hidup dalam tahun ini. Keberkahan pertama kami selaku orang tuamu masih di pertemukan dengan bulan Ramadhan ini, dan keberkahan lainnya adalah Allah telah mempercayai kami untuk mendidik mu.
Anakku Rizieq, ketahuilah bahwa ini adalah zaman yang penuh dengan propaganda dunia. Dunia ini fana wahai buah hatiku.
Buah cintaku Rizieq, kelak engkau akan dewasa Insya Allah. Dewasalah dalam segala cintaku.
Jadilah engkau kelak sebagai panutan manusia lainnya. Jadilah engkau kebanggaan yang bukan hanya bagi kami orang tua mu, tapi menjadi kebanggaan setiap tempat yang akan engkau singgahi kelak setelah engkau dewasa.
Kelahiranmu Rizieqku, banyak orang yang tertawa, tertawa dengan penuh kebahagiaan, tertawa dengan penuh syukur. Tertawa ketika pertama sekali orang-orang yang menungguimu mendengar tangisanmu anakku.
Permata Hatiku Rizieq. Jadilah engkau seperti Sultan Iskandar Muda, Sultan yang penuh dengan ketegasan dalam kebajikan.
Jadilah engkau seperti Teuku Umar yang dengan gagah berani melawan kafir-kafir Belanda, mengusir mereka demi kalimat-kalimat Allah.
Jadilah engkau seperti Karang di tengah lautan, yang tiap saat, tiap detik terkena terjangan ombak laut yang ganas, akan tetapi dia tetap kokoh.
Selamat Datang Wahai Keturunan Adam Rizieq Jaisy Ar-Riza.
Wassalam
Regard